Bursa Capres

Kunjungi Kampung Perajin Ikan di Majalengka, Puan Maharani Pastikan Ada Solusi Sektor Industri Hilir

Ketua DPR RI Puan Maharani mengawali hari kedua kunjungan kerja di Jawa Barat dengan mendatangi kampung pengrajin ikan olahan

Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengunjungi kampung pengrajin ikan olahan Kecamatan Jatitujuh di Kabupaten Majalengka. 

Laporan Reporter Tribunnews.com,  Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengawali hari kedua kunjungan kerja di Jawa Barat dengan mendatangi kampung pengrajin ikan olahan Kecamatan Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

Kehadiran Puan di Koperasi Randegan Ikan Sejahtera, Majalengka disambut hangat warga yang kebanyakan berprofesi sebagai penghasil bandeng dan produk ikan olahan seperti bandeng presto, Pindang, krupuk bakso ikan, hingga pepes.

Dia kemudian melihat proses pengolahan ikan Bandeng di rumah Ibu Maryati yang merupakan Ketua Koperasi Ikan Randengan Sejahtera.

Tak hanya melihat, Puan juga ikut membantu menyiapkan ikan yang akan diolah menjadi Bandeng Presto dan produk olahan lainnya.

Usai mengecek pengolahan ikan di dapur Ibu Maryati, Puan lalu bertemu dengan para pengrajin pengolahan ikan untuk berdialog. Menurut warga, mereka membutuhkan 7 ton ikan untuk 277 anggota saat melakukan produksi.

“Saya sudah lihat prosesnya. Masalahnya enggak ada cold storage. Tadi saya lihat tempat penyimpanannya terlalu lama. Nanti kita akan kirim bantuan cold storage,” ujar Puan dalam keterangan yang diterima, Kamis (22/9/2022).

Sejumlah warga menyampaikan aspirasi dan harapannya agar industri pengolahan ikan di Majalengka semakin maju.

Puan pun menyinggung soal berbagai permasalahan utama yang umumnya dihadapi sektor industri hilir seperti olahan ikan ini, yakni modal usaha, pengemasan, dan penjualan.

“Tiga permasalahan itu harus ada solusinya dari pemerintah dan juga para anggota dewan,” ucap dia.

Mengenai modal usaha, Puan menilai pelaku UMKM harus diberi bantuan dana dari negara. Selain itu, pemerintah juga bisa menghubungkan pelaku sektor industri olahan ikan dengan lembaga keuangan yang persyaratannya ringan.

Baca juga: Respons Dewan Kolonel untuk Puan Maharani, Ganjar Pranowo: Canda-candaan

“Dan soal pengemasan harus dilakukan pelatihan karena ini terkait dengan branding yang seringkali bisa membuat sebuah produk dijual mahal atau tidak,” tuturnya.

Sementara itu mengenai penjualan, para pengrajin ikan olahan disebut perlu mendapat bantuan penghubung dengan pembali secara masif.

“Bahkan harus dimanfaatkan kemajuan teknologi seperti pasar online. Jangan lupa juga soal distribusi logistiknya harus dirapikan,” tandas Puan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved