Kasus di Mahkamah Agung

Anggota Komisi III DPR Minta Pimpinan MA Lakukan Pembenahan Mental Para Hakim Agung

Komisi III DPR RI meminta agar Pimpinan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia untuk melakukan pembenahan terhadap sikap mental para hakim.

Penulis: chaerul umam
Editor: Wahyu Aji
Doc. MPR
Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani saat menerima penghargaan Legislator Pro Eksistensi dari Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen (BAMAG LKK) Indonesia, Rabu (9/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR RI meminta agar Pimpinan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia untuk melakukan pembenahan terhadap sikap mental para hakim.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI fraksi PPP Arsul Sani merespons operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hakim Agung hingga Panitera oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Komisi III DPR meminta perlu Pimpinan MA RI memperbaharui kembali langkah dan kebijakan yang ada terkait dengan pembenahan sikap mental dan kultur baik hakim maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) non hakim-nya," kata Arsul, dalam keterangan yang diterima, Jumat (23/9/2022).

Arsul berpendapat, terlibatnya Hakim Agung, Staf Kepaniteraan hingga pegawai MA dalam kasus suap tersebut bukan hal yang mengejutkan. 

Diungkapkan Arsul, Komisi III DPR RI.selama ini juga menerima aduan masyarakat yang merasakan putusan yang tidak adil. 

"Setelah kami pelajari memang kami juga menilai putusannya tidak adil bahkan salah secara hukum. Jika MA bertanya putusan yang mana, nanti kami beri contoh," ucapnya.

"Putusan yang seperti ini, salah dalam menerapkan hukum dan menabrak keadilan seringkali faktor penyebabnya karena ada yang main dalam kasusnya, entah berupa suap atau yang lainnya,” imbuhnya. 

Dengan adanya kasus Hakim Agung yang terlibat dugaan suap pengurusan perkara di MA, Arsul menilai MA perlu lebih terbuka dengan Komisi Yudisial (KY). 

"Sebenarnya MA bisa memanfaatkan KY lebih maksimal untuk mencuci yang kotor-kotor di jajaran peradilan, termasuk di MA sendiri," ujarnya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved