Pengamat Politik Sebut Kritik AHY kepada Jokowi Hanya Akan Memantik Konflik

Dedi mengatakan tindakan AHY hanya untuk memantik konflik untuk kepentingan pribadi di pilpres 2024.

Penulis: chaerul umam
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan pidato kebangsaan pada acara Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai Ketua Umum Demokrat Agus Harimuti Yudhoyono (AHY) tidak berbasis data ketika menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam hal pembangunan infrastruktur.

Dedi mengatakan tindakan AHY hanya untuk memantik konflik untuk kepentingan pribadi di pilpres 2024.

"Kritik itu tidak masalah, menjadi masalah ketika justru hanya berbasis ketidaksukaan, atau sekadar memantik konflik semata," kata Dedi, kepada wartawan, Jumat (23/9/2022).

Dedi menyebut, ada cara yang lebih politis dan berdampak, misalnya mengoreksi kebijakan yang akan dijalankan, bukan yang sudah dilakukan pemerintah.

Selain itu, menurut Dedi, AHY seharusnya mengkampanyekan gagasan ke depan, bukan kembali ke belakang dengan perbandingan.

Baca juga: Sekjen PDIP: Presiden Jokowi yang Jadi Sasaran Pak SBY

Dedi pun kembali berkata kritik AHY kental nuansa politis dibandingkan nuansa oposisi pada pemerintah.

Dia berpendapat AHY mencoba mendapatkan suara dengan cara menyerang Jokowi.

"Meskipun, ini normatif, hanya statemen tanpa data, beresiko akan dikembalikan ke SBY, yang juga pasti punya kekurangan," pungkas Dedi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyindir rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode pertama yang hanya prosesi gunting pita untuk meresmikan proyek pembangunan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved