Pemilu 2024

Laporkan Penyebaran Tabloid Anies di Jatim, Pelapor Minta Bawaslu Percepat Tindaklanjut

Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi resmi melaporkan dugaan pelanggaran pemilu terkait penyebaran Tabloid Anies Baswedan di masjid hingga pasar

Ist
Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi resmi melaporkan dugaan pelanggaran pemilu terkait penyebaran Tabloid Anies Baswedan di masjid hingga pasar di Kota Malang, Jawa Timur. Anies Baswedan dan pendukungnya dilaporkan ke Sentra Gakkumdu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, pada Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas SPD) Miartiko Gea meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI untuk segera memproses laporannya terkait dugaan kampanye di luar jadwal yang dilakukan oleh Anies Baswedan dan pendukungnya, di Kota Malang, Jawa Timur.

"Tentu dengan peristiwa ini kami berharap bahwa Bawaslu mempercepat atau memproses laporan kami ini," terang Miartiko kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Bawaslu diminta segera memproses dan memutus pelaporan tersebut sebagaimana ketentuan dalam Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu.

"Tujuannya adalah agar ke depan tidak terjadi atau tidak terulang peristiwa serupa di kemudian hari," jelas Miartiko selaku pelapor.

Sebagai informasi, Masyarakat Sipil Peduli Demokrasi resmi melaporkan dugaan pelanggaran pemilu terkait penyebaran Tabloid Anies Baswedan di masjid hingga pasar di Kota Malang, Jawa Timur.

Baca juga: Anies Resmi Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Kampanye di Luar Jadwal

Anies Baswedan dan pendukungnya dilaporkan ke Sentra Gakkumdu, Bawaslu RI, pada Selasa (27/9/2022).

Adapun dalam laporannya, pelapor dalam hal ini Koordinator Nasional SPD, Miartiko Gea mengatakan pelaporan kepada Anies dan pendukungnya lantaran ada dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut terkait kampanye Pemilu Serentak 2024 di luar jadwal.

Pelapor turut menyertakan sejumlah bukti tabloid dalam bentuk fisik dan salinan digital, serta saksi-saksi yang diklaim mengetahui adanya penyebaran tabloid di tempat ibadah dan pasar di Kota Malang.

"Kami menyampaikan sikap menolak perilaku politik identitas yang ditengarai dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diduga menyebarkan tabloid yang menyerupai bentuk kampanye terselubung di tempat ibadah di kota Malang pada Kamis, 22 September 2022," ujar Miartiko.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved