Jokowi: Semua Negara Berada pada Posisi yang Sulit, Ekonomi Susah Diprediksi

Jokowi kembali menegaskan bahwa dunia sekarang ini berada pada situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Semua negara berada pada posisi yang sulit.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
dok Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kantor Pos Jailolo setelah tiba di Lapangan Upacara Sasadulamo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada Rabu, (28/9/2022). Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa dunia sekarang ini berada pada situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Semua negara berada pada posisi yang sulit. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan bahwa dunia sekarang ini berada pada situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Semua negara berada pada posisi yang sulit.

"Semua negara berada pada posisi sulit, kesulitan dan juga ekonomi yang sulit diprediksi, sulit dikalkulasi," kata Jokowi saat membuka seminar UOB Economic Outlook, Emerging Stronger in Unity and Sustainability, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Ada Industri Tambah, Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Dinyakini Jokowi Akan di Atas Nasional

Presiden mengaku sekarang ini arah ekonomi dan pemulihannya ke depan belum diketahui. Sejumlah masalah muncul disaat masalah lainnya belum terselesaikan.

"Saya bertemu di G7 ada Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Perancis Macron, Perdana Menteri Italia yang lalu, dan Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen, tapi tidak di dalam forum formalnya, tapi di saat makan malam. Dari situlah saya bisa menyimpulkan bahwa semuanya sulit," kata Jokowi.

Begitu juga saat bertemu dengan presiden Korea Selatan, China, dan PM Jepang.

Setelah bertemu pemimpin negara tersebut kondisi akan menjadi sulit semakin pasti.

"Lebih sulit lagi saat berdiskusi dengan presiden Zelenskyy dan Presiden Putin, dengan zelensky 1,5 jam, putin 2 jam, perang tidak akan berhenti besok, bulan depan, artinya gak jelas," kata Jokowi.

Sehingga kata Presiden, ekonomi Indonesia memerlukan ketahanan yang panjang.

Jokowi mengaku sering menyampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk hati-hati dalam mengeluarkan uang APBN.

"Saya selalu sampaikan kepada bu Menteri Keuangan, bu, kalau punya uang di APBN kita, dieman-eman. Itu bahasa Inggris dieman-eman, dijaga, hati-hati. Mengeluarkannya, harus produktif, harus memunculkan return yang jelas," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved