Breaking News:

Perubahan Syarat Tinggi Badan Taruna TNI Akan Akomodir Lebih Banyak Anak Bangsa Jadi Prajurit

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani menilai kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa terkait tingggi badan calon taruna dan taruni.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
ist
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar Christina Aryani menyayangkan oknum TNI AU yang bertindak di luar batasannya saat bertugas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengubah persyaratan tinggi badan dan usia calon taruna dan taruni TNI pada tahun ini menjadi minimal 160 sentimeter untuk taruna dan 155 sentimeter untuk taruni, serta usia minimal 17 tahun 9 bulan.

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani berpendapat, perubahan tersebut tidak menjadi masalah.

Bahkan menurutnya merupakan terobosan sesuai kenyataan yang ada di lapangan.

"Ketentuan ini juga akan bisa mengakomodasi lebih banyak lagi anak bangsa yang ingin menjadi prajurit TNI," kata Christina dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/9/2022).

Legislator Partai Golkat itu menyebut, Jenderal Andika tidak ujug-ujug mengambil keputusan.

Menurutnya, Panglima telah menerima banyak masukan dari anak buah menyangkut kondisi riil di lapangan, bahwa dua syarat ini sering kali menggagalkan calon prajurit yang sebenarnya memiliki kemampuan yang baik. 

"Usia dan tinggi badan hanyalah dua dari sejumlah persyaratan seleksi. Masih ada kriteria lain yang menentukan seseorang untuk lulus dalam penilaian," ujarnya.

Baca juga: Syarat tinggi badan calon taruna Akmil diturunkan, bagaimana pengaruhnya terhadap operasional TNI?

Pada prinsipnya, kata Christina, selama ini taruna dan taruni ini bisa dan sanggup menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, maka perbedaan tinggi 3 cm untuk taruna dan 2 cm untuk taruni, serta 4 bulan usia tidak seharusnya menjadi permasalahan. 

Christina menilai perubahan ini tidak mempengaruhi kemampuan prajurit TNI.

"Banyak prajurit yang memiliki kecerdasan dan kemampuan yang baik tapi kekurangan tinggi badan. Maka sayang jika mereka dikorbankan hanya karena faktor tinggi badan, sementara ke depan TNI juga dituntut untuk memiliki kemampuan-kemampuan lain seperti manajerial, adaptasi teknologi, dan lain-lain," pungkasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved