Koalisi LSM Soroti Oligarki dan Masyarakat Rentan Terkait Ancaman Krisis Iklim

Sebagai yang paling terdampak perubahan iklim, suara masyarakat rentan sangat strategis untuk didengar dalam perumusan kebijakan adaptasi dan mitigasi

pixabay/ELG21
Ilustrasi perubahan iklim 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dampak perubahan iklim semakin dirasakan dan dialami sebagian besar masyarakat. Salah satunya adalah krisis pangan.

Sebab, kelompok rentan seperti petani, masyarakat adat dan nelayan jumlahnya terus menyusut, seiring semakin sulitnya kehidupan mereka akibat krisis iklim.

Sebagai yang paling terdampak perubahan iklim, suara masyarakat rentan sangat strategis untuk didengar dalam perumusan berbagai kebijakan adaptasi dan mitigasi.

Tapi malangnya, saat ini, ruang partisipasi publik justru kian menyusut. Alhasil, keadilan iklim pun sulit terwujud.

Baca juga: Usai Diterpa Pandemi Covid-19, Sri Mulyani Sebut Perubahan Iklim Jadi Ancaman Global Selanjutnya

Dua dari contoh bencana iklim ini adalah tenggelamnya desa karena banjir, serta makin sulitnya nelayan melaut.

Menurut Manajer Kampanye Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil Eksekutif Nasional WALHI, Parid Ridwanudin di Demak, Jawa Tengah sudah ada empat desa tenggelam.

Salah satunya Desa Bedono. Sedangkan nelayan, sepanjang tahun 2010-2019, jumlahnya makin sedikit karena banyak yang tewas saat melaut.

Jumlah nelayan berkurang 330 ribu. Pada tahun 2010 jumlahnya ada 2,16 juta nelayan. Namun pada 2019 tinggal 1,83 juta orang.

Parid menjelaskan, nelayan terdampak langsung oleh iklim, sebab mereka melaut berdasar kondisi cuaca.

Krisis iklim membuat mereka semakin sulit memprediksi cuaca.

Akibatnya, waktu melaut pun sangat terbatas. Dalam setahun, mereka hanya melaut selama 180 hari.

“Pada masa yang akan datang kita akan mengalami krisis pangan laut,” ujar Parid, saat acara diskusi: “Menguak Elemen Keadilan Iklim dalam Aksi Iklim Global dan Penerapannya di Indonesia”, Selasa(4/10/2022).

Baca juga: Dubes Uni Eropa Tekankan Pentingnya Generasi Muda Indonesia Peduli Iklim

Parid menilai, jika kondisi ini dibiarkan, lebih dari 12.000 desa pesisir, dan lebih dari 86 pulau kecil terluar (terdepan) akan tenggelam.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved