Tokoh Golkar, Emil Salim Tekankan Tiga Hal Penting untuk Pembangunan Berkelanjutan

Menurut Emil Salim, pola pembangunan berkelanjutan perlu dibangun dengan melibatkan tiga hal, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Editor: Bardjan
Muhammad Zulfikar/Tribun Jakarta
Emil Salim. 

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu tokoh lingkungan hidup Indonesia, Emil Salim, mengungkapkan bahwa pola pembangunan berkelanjutan perlu dibangun dengan melibatkan tiga hal, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial.

“Pola pembangunan berkelanjutan adalah dengan menggabungkan 3 hal. Jadi, kalau kita bikin satu matriks, satu ekonomi, kedua lingkungan, ketiga sosial,” ungkap Emil Salim.

Ekonom senior yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan pada tahun 1973-1993 ini memang konsisten menaruh perhatian pada isu pembangunan dan lingkungan hidup.

Pada tahun 1992, di KTT Bumi (Earth Summit) Rio de Janeiro, Emil Salim menjadi tokoh kunci dalam lahirnya konsep pembangunan berkelanjutan.

Bahkan, berkat prestasi dan kontribusinya untuk lingkungan di Indonesia dan dunia, Emil Salim pernah menerima penghargaan The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF).

Kepedulian Emil Salim dalam bidang lingkungan hidup juga turut membuat tokoh Golkar ini dinobatkan sebagai Bapak Lingkungan Hidup Indonesia.

Untuk itu, menurutnya pembangunan bukanlah dengan merusak alam, tetapi justru dengan memperkaya dan memberikan nilai tambah.

“Bagaimana dengan alam yang Tuhan berikan, kita kembangkan value added (nilai tambah). Nah, itu kesana cita-cita saya,” ungkapnya.

Menurut Emil Salim, pembangunan ekonomi keliru arahnya. Selama ini beliau merasa alam dirusak untuk menghasilkan pembangunan.

“Satu sumber daya dilihat eksploitatif, betul pembangunan, tapi generasi berikut bagaimana? Sumber daya itu bukan mati, sumber daya itu hidup, namanya lingkungan hidup,” jelasnya.

Maka dari itu, tambah Emil Salim, lahirlah gagasan bagaimana membangun, bukan eksploitasi sumber daya alam, tapi dengan perkayaan sumber daya alam. Terlebih, Indonesia memiliki anugerah kekayaan alam yang begitu melimpah.

“Indonesia hutan hujan tropis terkaya di dunia, dua samudera, khatulistiwa, sinar matahari, kekayaan alam. Jadi, orang bilang kita duduk di atas peti emas, tolong cari kuncinya,” ujar Emil Salim.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved