Data Negara Bocor

Situs Resmi PN Jakarta Pusat Kena Retas Hacker, Singgung Bjorka hingga Ferdy Sambo

Situs Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) diretas atau kena hack oleh orang tidak dikenal. 

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Situs Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) diretas atau kena hack oleh orang tidak dikenal pada Selasa (4/10/2022). Pada laman resmi PN Jakpus yang diretas, terdapat juga tulisan panjang yang membawa kasus Ferdy Sambo hingga kenaikan harga BBM yang turut membawa nama Ketua DPR RI Puan Maharani.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Situs Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) diretas atau kena hack oleh orang tidak dikenal. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Dariyanto saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).

Dariyanto mengungkapkan peretasan laman resmi PN Jakarta Pusat dilakukan pada Selasa (4/10/2022) kemarin.

"Di-hack kemarin," ujar Dariyanto saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).

Ia mengatakan meski tampilan laman resminya terganggu, data-data di PN Jakpus masih aman. 

"Alhamdulillah data aman," kata Dariyanto.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com pukul 10.38 WIB, tampilan situs pn-jakartapusat.go.id masih dalam perbaikan. 

Tertulis pihak PN Jakpus masih melakukan perbaikan terhadap tampilan laman resmi.

Adapun, situs PN Jakarta Pusat sempat tidak bisa diakses pada pagi ini. 

Situs itu sempat hanya menampil layar hitam bertuliskan 'Hacked by black_X12 ft. Yanagami_X12' dengan tulisan berwarna merah.

Baca juga: Sikapi Peretasan Data oleh Bjorka, Eks Kepala BAIS TNI: Bubarkan BSSN Kembalikan ke Lemsaneg

Pada laman resmi PN Jakpus yang diretas, terdapat juga tulisan panjang yang membawa kasus Ferdy Sambo hingga kenaikan harga BBM yang turut membawa nama Ketua DPR RI Puan Maharani. 

Tulisan itu juga mengungkit soal tindakan hacker Bjorka.

"Bjorka tidak ada bedanya dengan bocah kecil yang sedang mencari sensasi. Jika hanya mengambil data subdomain government kami pun bisa, tapi kami tidak menjual negara. Ternyata memang benar, sila kelima adalah keadilan bagi para penguasa. Dari semua kasus yang ada di Indonesia seperti kasus Ferdy Sambo, KM 50, 23 koruptor yang bebas secara gampang dan ditambah lagi dengan kenaikan BBM yang merugikan rakyat kecil. Dulu Ibu Puan Maharani menangis karena kenaikan harga BBM, sekarang dia bahagia di dalam ruangan tanpa melihat mahasiswa yang kepanasan di luar untuk menyerukan aksi demo #TOLAK_HARGA_BBM memang tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari pemerintah dan aparat negara," seperti tulisan dalam layar tersebut.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved