BREAKING NEWS Kapolri Umumkan Direktur PT LIB sebagai Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Adapun salah satunya adalah Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita (AHL).

Editor: Daryono
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang. 

Sebanyak enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya ratusan suporter ini.

Adapun salah satunya adalah Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita (AHL).

"Berdasarkan PT LIB, selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi di stadion Kanjuruhan."

"Verifikasi terakhir dilakukan di tahun 2020 dan ada beberapa catatan yang harus dipenuhi khususnya terkait dengan masalah keselamatan bagi penonton."

"Pada tahun 2022 (karena) tidak dikeluarkan verifikasi (maka) menggunakan hasil yang dikeluarkan pada 2020," jelas Kapolri dikutip dari tayangan Kompas Tv.

Baca juga: KSAD Dudung Abdurachman Tak Segan Proses Hukum Anggota yang Terbukti Pakai Kekerasan di Kanjuruhan

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman juga mengatakan tidak segan memroses hukum oknum anggota yang terbukti menggunakan aksi kekerasan dalam pengamanan kegiatan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Hal itu dijelaskan Dudung Abdurachman ketika menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, sekaligus memberikan santunan kepada para korban.

"Dan apabila ada anggota yang melakukan tindakan kekerasan, kita akan proses hukum."

"Tentunya sesuai dengan tim yang dikeluarkan dari  tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk melihat sejauh mana keterlibatan (oknum anggota TNI itu)," kata Dudung Abdurachman dikutip dari tayangan Kompas Tv, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Menpora Gelar Evaluasi Prosedur Pengamanan Terkait Tragedi Kanjuruhan Ini Poinnya

Sejauh ini, tercatat masih ada sebanyak 30 korban Kanjuruhan yang dirawat di RSSA Malang.

Lebih lanjut, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan saat ini telah memeriksa lima prajurit TNI yang diperiksa terkait kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Yunita Rahmayanti)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved