Ketua DPC PDIP Tangsel Pertanyakan Basis Data AHY yang Sebut Kondisi Masyarakat Lebih Baik Era SBY

Ketua DPC PDI Perjuangan Tangsel mempertanyakan basis data AHY yang menyebut kondisi masyarakat lebih baik di bawah kepemimpinan era SBY.

Istimewa
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito mempertanyakan basis data Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut kondisi masyarakat lebih baik di bawah kepemimpinan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito mempertanyakan basis data Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut kondisi masyarakat lebih baik di bawah kepemimpinan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wanto justru menyarankan AHY membaca data survei mengenai indeks kepuasan pemerintahan Jokowi yang dirilis LSI pada September 2022, yang menunjukkan hasil bahwa masyarakat puas dengan kinerja Presiden Jokowi sebesar 72,3 persen.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Resesi Global, AHY Sebut Rakyat Kecil Paling Terdampak

Sedangkan data survei nasional Poltracking Institute Oktober 2013 di akhir-akhir masa jabatan Presiden SBY, kepercayaan publik terhadap kinerja SBY hanya 40,5 persen.

Bahkan, menurut politisi muda PDI Perjuangan ini, tingkat ketidakpuasan masyarakat pada survei nasional Poltracking Institue itu ternyata di era SBY pada bidang ekonomi sebesar 70,9 persen.

"Jadi kalau dibandingkan berdasarkan survei itu saja, ya bagusan Jokowi lah AHY. Belajar data yang benar biar gak tersesat, malu dengan posisi Ketua Umum nya ya," kata Wanto, Jumat (14/10/2022).

Wanto menambahkan, hasil survei yang menunjukkan kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi sebesar 72,3 persen lantaran benar-benar bekerja untuk rakyat.

Contohnya, pembangunan infrastruktur yang sangat masif.

"Soal angka kemiskinan yang dibilang AHY lebih baik zaman bapaknya, buka saja data terakhir jelang akhir pemerintahan SBY pada tahun 2013, menurut BPS angka kemiskinan pada posisi 10,96 persen dari jumlah penduduk."

Baca juga: Sindir Klaim AHY, Sekjen PDI Perjuangan Hasto: Biarkan Dijawab Ketua DPC Kami

"Sedangkan di akhir pemerintahan Jokowi, data BPS pada Maret 2022 jumlah penduduk miskin mencapai 9,54 peesen dari jumlah penduduk Indonesia. Bisa menilai sendiri kan?" ujarnya.

Sebelumnya, AHY sempat menyinggung jika kehidupan masyarakat Indonesia saat ini sedang sulit.

Dia membandingkan kondisi masyarakat di bawah kepemimpinan SBY pada pemerintahan sebelumnya.

"Banyak yang hidupnya semakin sulit. Betul? Kita tidak ingin membanding-bandingkan ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden SBY, ketika Partai Demokrat berada dalam pemerintahan nasional," kata AHY di Gor Ciracas, Jakarta Timur, Selasa, lalu.

Di hadapan kader Demokrat DKI, AHY membanggakan kinerja SBY. Ia mengklaim, hajat hidup rakyat kala itu lebih baik dan sejahtera. Angka kemiskinan diklaim juga menurun.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved