Polemik Formula E

Survei Populi Center: 44 Persen Publik Menilai Anies Baswedan Dizalimi Dengan Isu Korupsi Formula E

Survei yang dilakukan Populi Center, 44% publik menilai tidak percaya mantan Anies Baswedan terlibat korupsi penyelenggaraan Formula E.

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (7/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei yang dilakukan Populi Center, 44 persen publik menilai tidak percaya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlibat korupsi penyelenggaraan Formula E.

Bahkan Anies dinilai dizalimi dengan isu tersebut.

Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona di diskusi Total Politik bertajuk '5 Tahun Anies Sudah Sampai Mana?', Minggu (23/10/2022), menyatakan survei ini survei terbaru, bahkan setelah Anies dipanggil KPK.

"Jadi secara umum perspektif publik melihat tidak ada unsur korupsi," kata Afrimadona.

"Saat ditanya apakah percaya atau tidak percaya Gubernur Anies terlibat korupsi di Formula E, maka yang tidak percaya ada 44,2%. Jadi memang secara umum publik menyatakan bahwa tidak ada korupsi, ini publik Jakarta. Kemudian pak Anies tidak terlibat disana," ujarnya.

Pada survei tersebut juga diketahui 28,7% responden menyatakan tidak ada korupsi dalam Formula E, dan sekitar 22,8% yang menyatakan ada unsur korupsi di Formula E

Afri menyebut kondisi ini bisa menjadi pedang bermata dua. Isu ini bisa menjadi upaya yang dapat menjegal Anies Baswedan ke bursa Capres atau sebaliknya, menarik perhatian publik sehingga menaikan pamor Anies menuju 2024.

Namun menurutnya, secara umum publik bisa saja melihat, selama tidak ada bukti hukum yang menguatkan keterlibatan Anies pada isu tersebut, ini menjadi peluang bagi tim Anies Baswedan untuk menggaet banyak suara.

Baca juga: Novel Baswedan Ungkap Alasan Bela Anies Baswedan di Kasus Formula E

Bagi oposisi ini bisa menjadi upaya untuk menjegal Anies untuk mencapai Pemilu 2024, jika dapat mengarahkan isu tersebut hingga dapat mempengaruhi persepsi publik.

"Itu sebenarnya pada akhirnya tim ini memframe, dan bagaimana semua memframe, oponen memframe, tim anies memframe, bagaimana mereka berkompetisi untuk mempengaruhi pikiran publik. Jika tim Anies kuat untuk mempengaruhi publik kalau Anies dizalimi  dan sebagainya, bisa ini jadi akan menggaet suara, tapi sebaliknya. Jika tim oponen yang bisa meyakini publik, maka bisa jadi ini akan berbeda. Jadi secara umum kemampuan untuk mendominasi narasi di kepala publik itu yang pada akhirnya menentukan," ujarnya.

Afri mengatakan publik kemungkinan akan lebih banyak menaruh simpati kepada Anies Baswedan, selama tidak ada bukti yang legal bahwa Anies terlibat korupsi Formula E.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved