UNICEF: Anak-anak Harus Miliki Keterampilan Digital untuk Ciptakan Perubahan Positif

Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu membekali remaja dengan keterampilan abad ke-21 yang sangat penting bagi dunia kerja.

freepik
Ilustrasi remaja perempuan yang bahagia setelah belajar 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pendidikan United Nations International Childrens (UNICEF) Indonesia, Katheryn Bennett, mengatakan anak-anak perlu dibekali kemampuan digital untuk memecahkan masalah di dunia modern.

Anak-anak dengan kemampuan digital, menurut Katheryn, dapat melakukan perubahan yang positif.

"Membekali anak-anak dan remaja dengan keterampilan digital membantu mereka memecahkan masalah dengan teknologi mutakhir, dan memberikan pengalaman belajar yang interaktif serta menyenangkan," ujar Katheryn melalui keterangan tertulis, Selasa (1/11/2022).

"Ini adalah keterampilan penting yang dapat mereka gunakan untuk membantu menciptakan perubahan positif," tambah Katheryn.

Hal tersebut diungkapkan oleh Katheryn dalam program Innovation Challenge 2022: Program Generasi Terampil yang digagas oleh UNICEF dan Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa (Markoding) dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Menurut Katheryn, setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Sehingga anak-anak perlu mendapatkan kemampuan yang dapat menjawab tantangan zaman.

Baca juga: Penyakit Tidak Menular Jadi Penyebab Kematian Remaja, Ini Langkah Kemenkes dan UNICEF

"Setiap era memiliki tantangannya sendiri yang harus siap kita atasi jika kita menginginkan hasil terbaik bagi masyarakat dan negara,” kata Katheryn.

Sebanyak hampir 60 anak muda dari berbagai kota mendemonstrasikan solusi inovatif untuk berbagai masalah yang dialami komunitas mereka di Innovation Challenge 2022: Demo Day Generasi Terampil.

Para peserta yang berusia antara 10 hingga 19 tahun, memamerkan inovasi yang dikembangkan dalam bentuk digital dan non-digital untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, lingkungan, dan pariwisata.

“Dari pelatihan keterampilan, kami mengetahui bahwa lebih dari 70 persen peserta yang mengikuti sejak awal dan berhasil mengikuti bootcamp adalah perempuan," ucap pendiri Markoding, Amanda Simandjuntak.

"Berlawanan dengan stigma, hal ini membuktikan bahwa ketika diberi akses dan kesempatan untuk mengembangkan diri, anak perempuan memiliki potensi yang sama dengan anak laki-laki untuk belajar dan mengembangkan keterampilan terkait inovasi dan teknologi,” tambah Amanda Simandjuntak.

Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu membekali remaja dengan keterampilan abad ke-21 yang sangat penting bagi dunia kerja.

Tim terbaik maju ke bootcamp intensif di mana mereka mengubah ide mereka menjadi prototipe nyata, dan kemudian mendemonstrasikan solusi mereka di Demo Day.

Sejak tahun 2019, program ini telah menjangkau 12.693 remaja putri dan putra usia 10-19 tahun dari 296 sekolah yang tersebar di DKI Jakarta, Kota Semarang, dan Jawa Timur.

Program ini juga melibatkan 1.214 guru pendamping remaja peserta untuk mengembangkan keterampilannya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved