Bursa Capres

Masuk Top of Mind Survei Diagram Politik, Airlangga Hartarto Bisa Jadi Capres Potensial KIB

Nastain menyampaikan keterpilihan Airlangga yang mengungguli AHY lantaran publik banyak mengenal Ketum Golkar itu juga sebagai Menko Perekonomian.

Istimewa
Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei lembaga survei Diagram Politik Indonesia (DPI), menempatkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam lima top of mind publik untuk calon presiden 2024.

Nama Airlangga masuk lima besar sosok yang pertama kali diingat oleh publik dengan 4,2 persen, bersama Anies Baswedan 25,5 persen, Prabowo Subianto 22,8 persen, Ganjar Pranowo 19,9 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 6,8 persen.

"Pada urutan pertama yaitu Anies Baswedan 25,5 persen, Prabowo Subianto 22,8 persen, Ganjar Pranowo 19,9 persen, Agus Harimurti Yudoyono 6,8 persen dan Airlangga Hartarto 4,2 persen, dan nama-nama lainnya di bawah 3 persen," kata Direktur Eksekutif DPI, Nastain Muhamad dalam hasil surveinya, Kamis (3/10/2022).

Sementara pada simulasi 10 nama calon presiden, elektabilitas Airlangga alami kenaikan dengan skor keterpilihan 6,2 persen. Sementara urutan teratas adalah Anies Baswedan 26,5 persen, Prabowo Subianto 23 persen, Ganjar Pranowo 21,3 persen, AHY 5,5 persen.

"Sisanya di bawah 4 persen,” terangnya.

Nastain menyampaikan keterpilihan Airlangga yang mengungguli AHY lantaran publik banyak mengenal Ketum Golkar itu juga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Baca juga: Peneliti BRIN Sebut Elektabilitas Golkar Modal Penting Pencalonan Airlangga di Pilpres 2024

"Meski tidak banyak melakukan manuver dan sosialisasi, seperti pemasangan alat peraga kampanye belakangan ini, namun karena posisi Airlangga sebagai menteri, tentu publik lebih mengenal dan menilai kinerjanya, dibandingkan AHY yang hanya ketua parpol," kata dia Nastain.

Menurut Nastain, Airlangga punya potensi cukup besar untuk menaikkan elektabilitasnya dan berpeluang menjadi capres potensial dari Golkar maupun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Kerja-kerja politik yang dilakukan secara masif akan sangat berdampak pada kenaikan elektabilitas Airlangga," tutupnya.

Sebagai informasi, survei nasional DPI digelar pada 25 September - 20 Oktober 2022, dengan mengambil sampel yang tersebar proporsional di 34 provinsi serta melibatkan 1.200 responden.

Metode pengambilan data survei dilakukan melalui wawancara tatap muka yang dipilih menggunakan multistage random sampling. Margin of error survei ini kurang lebihnya 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 93 persen.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved