Diselundupkan Sabu Lewat Paket Keramik, Warga Negara Iran Ditangkap Bareskrim di Trotoar Pasar Baru

Bareskrim Polri menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Iran dalam dugaan kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu.

Ist
Bareskrim Polri menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Iran dalam dugaan kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Iran dalam dugaan kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu.

Adapun narkoba itu diselundupkan dalam paket keramik.

Kedua WNA Iran yang ditangkap adalah MHD (35) dan AK (25). Penangkapan keduanya bermula dari laporan masyarakat terkait adanya pengiriman sabu dari Jerman yang disembunyikan dalam paket keramik.

Awalnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba menangkap MHD di trotoar depan kantor Pos Pasar Baru pada 8 November 2022.  Saat itu, MHD baru menjemput kiriman paket berisikan 4 Kilogram.

Saat itulah, MHD dibekuk oleh penyidik Bareskrim Polri. Adapun penyidik menyita paket keramik yang berisikan sabu dari tangan MHD.

"Berdasarkan keterangan MHD bahwa dia diperintah S (DPO) untuk mengantarkan paket ke AK ke apartemen Casa Grande, Setia Budi," kata Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Djayadi di Apartemen Casa Grande Avalon Mirage, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2022).

Setelah itu, Djayadi mengungkapkan bahwa pihaknya menangkap AK di depan lobi apartemen Casa Grabde.

Ketika dilakukan penggeledahan di kamarnya, penyidik menemukan kitchen lab serta seperangkat alat produksi shabu, bahan kimia aseton hingga 9,3 kilogram sabu siap edar.

"Tim mendapatkan sebuah lab yang kita sebut dengan narkotic kitchen lab. Jadi di sana ada sebuah proses seperti yang kami sampakkan, barang bukti yang kita temukan diawal saat penangkapan itu bentuknya serbuk," jelasnya.

Dijelaskan Djayadi, pada tersangka mengaku telah menerima 2 kali paket pengiriman dari Jerman berisi sabu bubuk yang disembunyikan dalam keramik untuk dilakukan proses kimia dalam rangka pembersihan sebelum diedarkan.

Baca juga: 2 Oknum Polisi di Nias Jadi Tersangka Karena Jadi Pengedar Sabu-sabu

"Jadi salah satu apartemen sebagai tempat melakukan proses penyempurnaan yang tadinya berupa serbuk atau bubuk kemudian diproses menjadi bahan setengah jadi kemudian hingga menjadi bahan jadi berupa kristal jenis narkotika shabu," tukasnya.

Kedua tersangka dijerat primer Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu mengedarkan narkotika golongan I. Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

Subsider Pasal 113 ayat (2) juncto Pasalc132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

Lebih subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp800 juta dan maksimal Rp8 miliar ditambah sepertiga.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved