Politisi Demokrat Balas Pernyataan Sekjen PDIP: Bung Hasto Minim Imajinasi

Hasto sebelumnya menilai Anies, AHY, Aher tak memiliki daya juang dan gagasan besar untuk Indonesia seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir.

Editor: Malvyandie Haryadi
ist
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebutkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto punya daya imajinasi yang minim.

Hal ini merupakan tanggapan Kamhar atas Hasto yang mengatakan Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ahmad Heryawan terlalu berlebihan jika disandingkan dengan Soekarno, Hatta, dan Sutan Sjahrir.

Hasto menilai Anies, AHY, Aher tak memiliki daya juang dan gagasan besar untuk Indonesia seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir.

"Tanggapan Bung Hasto menunjukan minim atau kurangnya daya imajinasi yang dimiliki. Tiga serangkai ini mesti dimaknai sebagai semangat secara kontekstual," ujar Kamhar dalam keterangannya, Minggu (13/11/2022).

Ia juga menambahkan, sebagai tiga serangkai, sosok tersebut dapat membangun kolaborasi dan sinergi untuk menemukan jalan keluar menuju kemerdekaan.

Semangat tiga serangkai itulah yang lalu disematkan kepada Anies, AHY, dan Aher sebagai sosok yang bakal membwa semangat perubahan dan perbaikan.

Baca juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Duga Burung Hantu Justru Ada di Koalisi Perubahan

Apalagi saat ini, tegas Kamhar, negara tengah dihadapi dengan banyaknya situasi seperti kemiskinan, penggangguran naik, dan banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun di satu sisi tenaga kerja asing terus meningkat.

"Pemimpinnya dipilih secara demokratis namun demokrasi dikekang, praktek pembajakan demokrasi sering dipertontonkan oleh lingkar dalam kekuasaan," ujarnya.

"Janji-janji tak kunjung ditunaikan malah utang semakin menumpuk, tertinggi sepanjang sejarah," sambungnya.

Tidak hanya itu, Kamhar mengatakan negara juga menakut-nakuti rakyat dengan resesi ekonomi 2023 yang terbungkus kepentingan penundaan pemilu.

Baca juga: Gelar Pertemuan Tertutup dengan Khofifah, Hasto PDIP: Bahas Hal Strategis yang Sifatnya Rahasia

Sehingga aspirasi perubahan dan perbaikan atas ketimpangan situasi ini yang ditangkap Partai Demokrat, NasDem, dan PKS untuk diperjuangkan melalui Koalisi Perubahan.

Di mana Anies, AHY, dan Aher yang menjadi figur personalnya.

Selain itu, Koalisi Perubahan disebut Kamhar bukan semata soal struktur Presiden dan Wakil Presiden, tetapi tatanan baru pasca rezim Presiden Jokowi untuk merapikan ulang negara.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved