Pilpres 2024

Cawapres Anies Disebut Jadi Transaksi, Demokrat: Komunikasi Politik Dibangun Lewat Proposal

Belum dideklarasikannya Koalisi Perubahan lantaran proses membangun kesepahaman dan kesepakatan /berkait cawapres Anies Baswedan masih terus berjalan.

Penulis: Reza Deni
Editor: Willem Jonata
ist
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. 

Laporan Reporter Tribunnews.com,  Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani merespons soal pernyataan Rocky Gerung yang menduga ada transaksi cawapres dalam koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat setelah Anies dideklarasikan NasDem sebagai capres untuk 2024.

Diketahui, ketiga partai tersebut direncanakan mendeklarasikan koalisi pada 10 November 2022 lalu, tapi batal dilakukan.

Kamhar menilai bahwa belum dideklarasikannya Koalisi Perubahan lantaran proses membangun kesepahaman dan kesepakatan yang saat ini masih terus berjalan.

Baca juga: Pengurus Partai Demokrat, PKS, dan NasDem Bertemu Anies Baswedan di Bali, Ini yang Dibahas

"Memang banyak hal yang telah dibahas dan terbangun kesepahaman, namun masih memerlukan tindak lanjut sesuai dengan mekanisme internal partai masing-masing. PKS misalnya keputusannya melalui Majelis Syuro, sementara Partai Demokrat melalui Majelis Tinggi Partai," kata Kamhar kepada Tribunnews, Senin (14/11/2022).

Untuk itu, Kamhar memaknai diksi transaksi yang dimaksud Rocky sebagai pihak-pihak dalam membangun komunikasi politik dan mengajukan proposalnya masing-masing.

"Ini yang masih terus berproses untuk mencapai titik kesepakatan bersama. Kami berkeyakinan deklarasi ‘Koalisi Perubahan’ pada saatnya nanti akan menjadi game changer. Karenanya, ini yang mesti cermat dan seksama dijalankan, masih ada cukup waktu yang tersedia jadi tak mesti dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," kata dia.

Soal cawapres, Kamhar menilai ini juga meski disepakati bersama.

"Partai Demokrat berpandangan bahwa Pasangan Capres dan Cawapres yang akan diusung Koalisi Perubahan sebaiknya keduanya benar-benar merepresentasikan semangat perubahan, mendapat dukungan publik, dan saling melengkapi untuk memastikan kemenangan pada Pilpres 2024," pungkasnya.

Sebelumnya dilansir TribunJatim, Akademisi yang juga pengamat politik, Rocky Gerung berpendapat seharusnya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus mengenalkan nama cawapres yang dikehendakinya tanpa menunggu parpol koalisi.

Sebab, begitu Anies diusung NasDem maju Pilpres 2024 dia diberikan kewenangan untuk memilih cawapres sendiri.

Rocky menilai belum dilakukannya deklarasi oleh koalisi NasDem, Demokrat dan PKS menunjukkan 'transaksi politik' yang belum beres.

Dalam kacamata Rocky, cawapres untuk Anies masih jadi transaksi parpol.

"Padahal Anies (seharusnya) santai saja, saya mau yang itu, kenapa harus tunggu koalisi," kata Rocky saat ditemui di Surabaya, Minggu (13/11/2022) malam.

Menurutnya, penegasan Partai NasDem saat mengusung Anies sebagai capres sudah jelas yang memberikan kepercayaan untuk menentukan sendiri cawapres yang dikehendaki.

"Nah, mestinya Anies yang pilih, bukan hasil koalisi lagi," tambahnya.

"Tetapi, karena tetap partai-partai itu ingin masing-masing mengajukan cawapresnya, ya akhirnya tertunda (deklarasinya), artinya ada hal yang belum beres," tambah Rocky Gerung.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved