Gempa Berpusat di Cianjur

Kemenkes Identifikasi Korban Gempa Cianjur: Ada 474 Orang Pasien Alami Luka Berat 

Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi jumlah korban tempat di Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
Ibriza
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merasakan gempa bumi susulan yang terjadi, di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi jumlah korban tempat di Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu. 

Pasien luka berat terdapat sebanyak 474 orang dan pasien luka ringan sekitar 1.800 orang.

“Pasien luka berat yang berjumlah 474 itu, 140 orang di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit di wilayah sekitar seperti Bogor, Sukabumi, dan Bandung,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada keterangan resmi, Rabu (23/11/2022).

Sisanya, pasien dengan luka ringan mau diidentifikasi di mana saja mereka berada.

Kondisinya seperti apa, bisa dirawat atau tidak, kecukupan fasilitasnya, sampai keberadaan dokter yang bertugas.

“Dokter sekarang sudah berdatangan, yang dibutuhkan adalah dokter spesialis ortopedi dan bedah. Itu timnya sudah datang ada dari RS Hasan Sadikin, Bandung, RS Cipto Mangunkusumo, ada juga dokter dari TNI,” tutur Budi. 

Lebih lanjut, Budi menyebutkan jika yang kurang saat ini adalah ruang operasi. 

Budi telah memeriksa ketersediaan ruang operasi di setiap rumah sakit di Cianjur.

Di antaranya di RS Bhayangkara ada 1 kamar operasi, di RSUD Sayang ada 8 ruang operasi, ruang tersebut bisa dipakai semua cuman perlu sedikit perbaikan.

Kemudian di RS Dr. Hafiz terdapat 2 ruang operasi. Dan di RSUD Cimacan ada 4 ruang operasi yang bisa digunakan.

“Jadi sebenarnya sudah cukup ada 15 ruang operasi kalau masing-masing ruang operasi menargetkan 10 kali tindakan. Artinya dalam sehari bisa ada 150 orang yang dioperasi. Dengan demikian 334 pasien bisa selesai dalam 3 hari sampai 4 hari,” papar Budi. 

Terkait obat-obatan, pasokan masih mencukupi karena jalur logistiknya terbuka.

Baca juga: Cek Faskes di Cianjur, Menkes: RSUD Cimacan Aman, Tapi RSUD Sayang Panel Listrik CT Scan Rusak

“Obat-obatan tidak ada masalah. Saya tadi hanya melihat listrik mungkin perlu diperbaiki supaya alat-alat seperti CT Scan bisa digunakan. Itu penting sekali untuk bisa menangani masyarakat yang luka berat akibat gempa,” ungkap Menkes.

Budi pun meminta kepada tenaga kesehatan untuk fokus kepada orang yang sakit luka berat jangan sampai meninggal dan orang yang sakit luka ringan cepat sembuh. 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved