Ekonom Ingatkan Pemerintah Waspadai Ancaman Krisis Pangan Global

Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyoroti persoalan ketersediaan pangan untuk ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global.

Penulis: chaerul umam
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pemimpin ekonomi APEC untuk memperkuat kerja sama konkret dalam menghadapi krisis global mulai dari krisis pangan, krisis energi, krisis lingkungan, hingga ancaman resesi. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyoroti persoalan ketersediaan pangan untuk ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyoroti persoalan ketersediaan pangan untuk ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global.

Menurut Yusuf, pemerintah perlu mewaspadai ancaman krisis pangan global yang bisa berdampak pada harga pangan dalam negeri.

"Pemerintah perlu tetap waspada terkait dengan kondisi ketidakpastian global terutama dalam konteks gejolak pangan karena ini tentu akan mempengaruhi pergerakan harga pangan juga di domestik," katanya kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Yusuf menggarisbawahi bahwa pangan berkait erat dengan inflasi.

Saat ini, lanjut dia, harga pangan tercatat cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya.

"Apabila kenaikan harga pangan terjadi maka bukan tidak mungkin inflasi juga akan ikut meningkat atau bertahan pada level yang tinggi baik di tahun ini maupun di tahun depan," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved