Gempa Berpusat di Cianjur

Digunakan saat Pencarian Korban Gempa Cianjur, Kenali Alat Life Detector dan SAR Dog Milik Basarnas

Badan Search and Rescue (SAR) membawa satu alat untuk mendeteksi pergerakan yang digunakan untuk mencari korban selamat dari bencana alam.

Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Alat Life Detector berjenis Xaver 400 yang digunakan untuk mencari gerakan saat korban selamat tertimpa reruntuhan bangunan diperagakan oleh anggota Basarnas, Selasa (29/11/2022) 

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Badan Search and Rescue (SAR) membawa satu alat untuk mendeteksi pergerakan yang digunakan untuk mencari korban selamat dari bencana alam.

Kasie Ops Dan Siaga Basarnas Jawa Barat, Supriono mengungkapkan alat itu bernama Life Detector.

Life Detector berfungsi untuk mencari korban selamat yang sedang dalam kondisi darurat. Biasanya digunakan jika ada korban yang terjebak direruntuhan bangunan.

"Misalkan ada bangunan runtuh dan ada orang yang terjebak di dalamnya masih hidup, walaupun kondisi darurat korban ini masih hidup," kata Supriono kepada Tribunnews.com, Selasa (29/11/2022).

Alat Life Detector yang dimiliki Basarnas sendiri terdapat dua jenis yakni Xaver 400 dan Xaver 100.

Keduanya memiliki sensor gerak untuk memastikan tanda-tanda pergerakan di dalam reruntuhan bangunan dengan cara ditempelkan ke dinding.

"Alat Life Detector itu tadi ke (ditempelkan ke) beberapa sudut untuk memberikan interaksi respon siapa tau, namanya orang lagi keadaan darurat itu yang mukul tembok atau apa paling enggak kan pasti bisa ada gerakan," ucapnya.

Xaver 400 bisa dibilang lebih canggih dibanding Xaver 100. 

Dalam Xaver 400, terdapat monitor yang menunjukan keberadaan gerakan di dalam reruntuhan dan berbentuk grafik 3D. 

Di samping itu, kesensitifan Xaver 400 mampu menangkap bayangan korban yang masih hidup dan terjebak di reruntuhan bangunan.

Sedangkan untuk Xavier 100, hanya ada monitor yang menunjukan gerakan namun tidak berbentuk 3D.

Baca juga: Masuki Pekan Kedua, Basarnas Masih Fokus Cari Korban Hilang Gempa Cianjur

Meski dengan segala kecanggihannya itu, alat Life Detector masih belum bisa mendeteksi korban yang sudah meninggal dunia.

"Iya khusus untuk orang yang masih dikondisikan ya selamat tapi dalam kondisi darurat. Tapi kalau sudah korban reruntuhan dan tertimbun materialnya ini udah kecil kemungkinan dan enggak bisa pakai alat Life Detector itu sendiri," ungkapnya.

Gunakan Tim SAR Dog Sebelum Pakai Life Detector

Suprino pun menjelaskan, sebelum menggunakan alat Life Detector, Basarnas biasanya menurunkan tim SAR Dog terlebih dahulu.

Anjing-anjing yang sudah dilatih tersebut digunakan untuk mencari keberadaan korban hingga akses masuk untuk memudahkan tim melakukan proses evakuasi.

"Sebelum (tim) masuk ke lokasi, otomatis SAR Dog itu udah masuk duluan bekerja, kan ada pawangnya dan tim khusus begitu satwa ini mencium bau, kan ada gonggongan di satu titik, nah nanti dikasih tanda paralon gitu, karena baunya udah tercium nih," jelasnya.

"Terus setelah itu cari lagi. Nah dengan tanda-tanda ini lah jadi acuan tim baik Alkon maupun Eskavator untuk konsentrasi di titik tersebut," jelasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved