Breaking News:

VIDEO Politikus PKS Mardani Ali Sera Curigai Masih Adanya Wacana Masa Presiden Jokowi 3 Periode

Mardani Ali Sera curigai isu masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiga periode atau Jokowi tiga periode masih belum tertutup

Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera curigai isu masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiga periode atau Jokowi tiga periode masih belum tertutup.

Hal itu dinyatakan Mardani Ali Sera di Gedung DPR RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022).

Rasa curiga Mardani Ali Sera muncul setelah melihat Presiden Jokowi berkumpul bersama para relawannya di Gelora Bung Karno, Sabtu lalu.

Menurut Mardani Ali Sera, relawan Presiden Jokowi merupakan mesin politik yang bekerja memenangkan Jokowi pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019.

Oleh sebab itu menurut Mardani Ali Sera, bila para relawan dipamerkan lagi ke publik secara besar-besaran jelang tahun politik, maka patut diduga Presiden Jokowi akan mencalonkan kembali.

Diketahui, isu masa jabatan Presiden Jokowi akan diperpanjang pernah mencuat beberapa waktu lalu.

Namun, jalannya tahapan Pemilu 2024 yang diagendakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tak adanya respon positif dari MPR untuk mengamandemen konstitusi, membuat isu perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi meredup.

PKS Sarankan Presiden Tinggalkan Relawan: Jokowi Sudah Selesai, Mau Apa Lagi?

 Mardani Ali Sera juga menyebut, Jokowi tidak perlu lagi merespons masukan dari relawan.

"Saya setuju. Pak Jokowi kan mau apa lagi? Kan sudah selesai," kata Mardani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Jokowi, lanjut Mardani, seharusnya dapat mengakhiri kepemimpinannya selama dua periode dengan baik.

Satu di antara caranya yakni dengan tidak lagi berkontribusi di kegiatan relawan.

"Jangan dicoreng dengan kegiatan relawan-relawan seperti ini," tandas anggota Komisi II DPR RI itu.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menilai Presiden Joko Widodo sebaiknya meninggalkan para relawan yang justru menjerumuskan ke jalur yang salah.

Relawan yang dimaksud ialah Benny Ramdhani dan kelompok relawan yang meminta izin tempur melawan penyerang pemerintah, sebagaimana viral video tersebut di media sosial.

"Menurut hemat saya, sudahlah legacy-nya sudah luar biasa, soft landing-nya agar enak. Kalau ada relawan tanda kutip yang seperti itu, tinggalkan saja," kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).(Tribunnews/Lendy Ramadhan)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved