Jumat, 29 Agustus 2025

Sandiaga Uno dan Kiprah Politiknya

PPP: Sandiaga Uno Masih Kader Gerindra, Kita Tidak Pernah Ajak Gabung

PPP membuka suara terkait Sandiaga Uno yang menghadiri peresmian sekretariat bersama (Sekber) koalisi Gerindra-PKB.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek membuka suara terkait Sandiaga Uno yang menghadiri peresmian sekretariat bersama (Sekber) koalisi Gerindra-PKB.

Awiek mengatakan sedari awal PPP telah menjelaskan posisi PPP dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Ia menyebut Sandiaga Uno hadir dalam beberapa acara internal PPP karena diundang dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

"Beliau hadir di acara PPP dalam rangka sebagai narasumber yang diundang oleh DPP PPP maupun DPW dan DPC, kapasitasnya sebagai menteri pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Awiek saat dihubungi, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Sandiaga Uno Kembali Tepis Isu Gabung PPP: Ini Pakai Baju Gerindra, Jadi Sudah Clear

Awiek pun mengaku jika pihaknya masih menyadari bahwa hingga saat ini Sandiaga Uno masih menjadi kader Gerindra.

"Kita menyadari betul bahwa Pak Sandiaga Uno masih kader Gerindra. Jadi kita hormati saja sikap politik beliau dan PPP tidak pernah (ngajak) Pak Sandiaga Uno ke PPP," ujarnya.

Sementara, Sandiaga Uno mengatakan dirinya hadir dalam beberapa acara PPP lantaran diundang sebagai Menparekraf.

"Saya diundang dalam kapasitas menteri untuk berjuang bersama dengan masyarakat membangkitkan ekonomi," ucap dia seusai peresmian Sekber koalisi Gerindra-PKB di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (23/1/2023).

Menurut Sandiaga, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga menyebut wajib apabila diundang oleh siapapun, apalagi terkait fungsinya sebagai menteri.

"Pak Prabowo menyampaikan bahwa itu wajib hukumnya kalau diundang hadir oleh siapapun itu apalagi itu berkaitan dengan tugas dan fungsi kami," ungkap dia.

Prabowo Persilakan Keluar dari Gerindra

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bicara soal bagaimana dinamika di partai politik sering terjadi, termasuk soal cocok atau tidaknya seorang kader di partai tersebut.

Apakah Prabowo, menyinggung soal Sandiaga Uno yang dikabarkan pindah ke PPP?

Menurut Prabowo, jika memang ada yang tidak cocok dengan dirinya dan Gerindra, orang tersebut dipersilakan pindah ke partai lain.

Awalnya, Prabowo menjelaskan soal kader partai harus mengoreksi jika ada yang bersalah. Prabowo bahkan sering ditanya apakah selama ini dikhianati atau dibohongi dalam dunia politik.

"Mungkin, tapi yang penting Prabowo jangan bohong," kata Prabowo di Sekretariat Badan Pemenangan Presiden, Jakarta Barat, Sabtu (7/1/2023).

Dia pun mengajak para kader Gerindra untuk mendoakan para rekan sesama. Dia juga meminta para kader untuk menghormati rekan yang mau masuk partai politik.

"Kalau mau pisah, pisah yang baik, silakan. Saya katakan semua partai baik, kita harus hormati orang yang mau masuk parpol, karena politik artinya upaya memperbaiki kehidupan rakyat. Kalau ada orang yang mau melakukan itu ya monggo, mari kita bersaing, kita adu program," kata dia.

Setelah itu, Prabowo lagi-lagi menyinggung soal ketidakcocokan seseorang di partai politik.

Dia bahkan mencontohkan dirinya ketika masih berada di Partai Golkar dulu.

"Kalau tidak cocok dengan Prabowo, enggak apa-apa, cari partai lain. Pindah partai boleh dong. Aku juga di Golkar aku menghadap ketum, aku bikin surat pengunduran diri kepada Partai Golkar untuk pamit," kata dia

Dia mengatakan jangan ketika berada di partai, garis-garis dan kebijakan partai tidak diikuti.

"Ini enggak benar. Ini tidak bagian dari kesetiaan team work, kekompakan kerja sama, baik itu yang membuat kita kuat dan unggul, kita tak berpikir sesaat, tapi jangka panjang untuk bangsa negara," kata dia.

Ketika dikonfirmasi ke Prabowo soal pernyataan tersebut apakah ditujukan ke Sandiaga, dia hanya menjawab singkat.

"Kalian ambil kesimpulan sendirilah. Kira berpikir yang baik-baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mendengar kabar bahwa Sandiaga Uno segera bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kabar tersebut diterima Dasco dari rekan fraksi PPP DPR RI.

Hal itu disampaikan Dasco menanggapi kesiapan Sandiaga yang maju menjadi calon presiden pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

"Jadi saya pikir pernyataan Pak Sandi yang mau kemudian mencapreskan dan Pak Prabowo tidak masalah, saya pikir itu tidak perlu dijadikan polemik karena saya sudah mendengar kabar dari teman-teman Fraksi PPP bahwa Pak Sandi itu sebentar lagi sudah resmi menjadi anggota PPP," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/12/2022).

Dasco menyebut, jika Sandiaga sudah resmi menjadi kader PPP, urusan pencapresan tersebut menjadi ranah partai berlambang Ka'bah itu.

Gerindra tak akan mencampuri urusan siapa yang akan diusung PPP sebagai capres 2024.

"Sehingga kalau sudah menjadi anggota PPP itu kewenangan dari partai PPP untuk mencalonkan atau tidak mencalonkan," ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu belum menyatakan mengundurkan diri dari Partai Gerindra.

Namun, Dasco kembali mengatakan tak lama lagi Sandiaga segera menjadi kader PPP.

"Saya denger kabar terakhir dari teman-teman fraksi PPP mungkin bisa ditanyakan bahwa sebentar lagi sudah dah menjadi anggota PPP," pungkas Dasco.

Untuk diketahui Sandiaga Uno memang beberapa kali kerap menyatakan siap maju capres.

Terbaru, Sandiaga menghadiri acara Kongkow Kebangsaan dan Silaturahmi Madura Raya bertajuk 'PPP Membangun Jiwa Enterpreneurship Kader Masa Depan' di Front One Hotel Pamekasan, Madura pada Minggu (18/12/2022).

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Waru Barat, Abdus Salam Ramli meminta Sandiaga untuk maju sebagai Capres 2024 mendatang.

Namun, Sandiaga menegaskan kewenangan keputusan penetapan capres dan cawapres berada di tangan partai politik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu menuturkan dirinya semua siap bila sudah menjadi keputusan partai.

"Apapun keputusannya kita harus siap," ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan