Kurikulum Digital Terintegrasi Kembangkan Talenta Digital yang Kompetitif
G2Academy, Akademi teknologi sekaligus penyedia solusi teknologi digital inovatif baru saja mengumumkan peluncuran kurikulum pendidikan teknologi digi
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di era disrupsi digital ini, alat dan platform digital menjadi semakin integral dengan kehidupan pribadi dan pekerjaan kita.
Memahami teknologi digital dapat meningkatkan akses ke pendidikan dan pengetahuan yang kini telah bertransformasi.
Dikutip dari laman academyex, Selasa (4/4/2023), pemberdayaan siswa dengan pola pikir dan kemampuan inilah yang akan membuat mereka sukses di masa koni dan juga masa depan.
G2Academy, Akademi teknologi sekaligus penyedia solusi teknologi digital inovatif baru saja mengumumkan peluncuran kurikulum pendidikan teknologi digital terbarunya.
Kurikulum ini dirancang untuk menciptakan talenta digital yang relevan dengan kemampuan siap kerja bagi industri demi menyambut Society 5.0.
Kurikulum ini menyediakan materi yang bersifat mendasar dan mendalam, dengan susunan kategori yang optimal dan mencakup seluruh aspek dalam implementasi teknologi.
Mulai dari Pengembangan Aplikasi, DevOps, Data, Penjaminan Kualitas, SysOps, Bisnis, Teknologi Terkini, hingga Pengembangan Gamifikasi.
Founder dan CEO G2Academy, Ferry Sutanto mengatakan pihaknya mengkombinasikan kriteria standar kompetensi nasional, standar kompetensi internasional dan business request dalam mengembangkan kurikulum ini.
Tujuannya adalah menciptakan talenta digital yang diharapkan tidak hanya mengerti konsep, pengetahuan dan keterampilan teknologi digital saja.
Namun juga memiliki keterampilan praktis yang memenuhi berbagai standar kebutuhan industri, serta rentang pengalaman profesional yang lebih luas.
"Kita saat ini sedang bergerak memasuki era Society 5.0, yang merupakan sebuah konsep yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi," jelas Ferry, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (3/4/2023).
Konsep ini, kata dia, menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan atau The Internet of Things menjadi suatu kearifan baru.
Baca juga: Samsung Benamkan Teknologi AI di Kamera Galaxy A54, Seberapa Canggih?
"Dan membuka peluang-peluang bagi umat manusia secara keseluruhan. Society 5.0 adalah era di mana semua teknologi menjadi bagian dari manusia itu sendiri," tegas Ferry.
G2Academy menggabungkan berbagai aspek pendidikan teknologi digital yang bersumber dari pendidikan formal maupun praktik yang ada saat ini di dunia teknologi digital.
Sehingga, kurikulum ini hadir untuk menjembatani dunia pendidikan, pelatihan dan dunia kerja.
Dalam metode pembelajaran, pihaknya mengadopsi metode daring, luring dan gabungan antara keduanya serta menerapkan standar 100 persen pembelajaran dengan pendampingan, yang merupakan metode paling optimal untuk memaksimalkan pendidikan teknologi.
Ferry menegaskan bahwa demi memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan Society 5.0, masyarakat wajib memiliki literasi data dan kemampuan dalam menyeimbangkan teknologi digital dan manusia.
"Sebagai langkah dasar, dunia pendidikan perlu terus melakukan pembaruan agar tetap relevan terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, serta perlunya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program link and match antara pendidikan dengan industri." papar Ferry.
Sementara itu Head of Education G2Academy, Arie Prastowo menjelaskan bahwa kurikulum ini mengambil dan mengkombinasikan beberapa Elemen Kompetensi (EK) SKKNI dan mengimplementasikannya ke dalam satu atau lebih pelatihan.
SKKNI merupakan standard yang digunakan di Indonesia untuk menentukan kompetensi seseorang terhadap bidang profesi atau pekerjaan tertentu.
Nantinya para peserta pelatihan akan memiliki kompetensi yang sesuai dengan SKKNI dan standar kebutuhan industri.
"Kurikulum ini juga telah disesuaikan dengan tingkatan kompetensi dan level profesi, jabatan profesi serta lama bekerja di berbagai macam industri. Selain itu juga implementasi oleh para peserta pelatihan di G2Academy dilakukan dalam bentuk proyek-proyek industri dan pekerjaan harian di mana mereka bekerja atau kami tempatkan untuk bekerja," tegas Arie.
Ia pun berharap kurikulum digital terintegrasi ini dapat memberikan manfaat bagi industri terkait SDM yang siap bersaing dalam pasar kerja.
Baca juga: China Rayu Jepang Agar Tak Bergabung dengan Sanksi Teknologi AS
Sehingga dapat membantu industri untuk optimalisasi potensi SDM Indonesia.
"G2Academy percaya bahwa melalui kurikulum baru ini, para lulusannya akan memiliki kemampuan digital yang linked and matched sesuai kebutuhan industri saat ini," pungkas Arie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-kelas-kuliah-online.jpg)