Sabtu, 30 Agustus 2025

Mengatasi Persoalan Sampah dari Rumah hingga Mengembangkan Mata Pencaharian bagi Penduduk Miskin

Memilah sampah yang dilakukan di rumah tangga akan memudahkan daur ulang dengan memisahkan sampah organik dan anorganik

Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
Patricia (Wahana Visi Indonesia) dan Nurpiah (Bank Sampah Kenanga binaan PHINLA) mengampanyekan tentang pengelolaan sampah di acara Global 6K di Jakarta belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Sampah merupakan masalah serius yang harus diatasi. Kalau tidak, akan menjadi sumber penyakit dan mencemari lingkungan.

Mengatasai persoalan tersebut dapat dimulai dari rumah tangga dengan memilah sampah.

Memilah sampah akan memudahkan daur ulang dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Dengan memilah sampah, masyarakat dapat memanfaatkan kembali barang-barang bekas menjadi sesuatu bernilai ekonomi.

Yang tak kalah penting, memilah sampah dapat mengurangi jumlah sampah anorganik yang masuk ke tempat pembuangan sampah.

Sebab, sampah anorganik sulit terurai sehingga mencemari lingkungan.

Baca juga: KKP Sinergi dengan Semen Padang Atasi Persoalan Sampah di Laut

Saat ini, Wahana Visi Indonesia yang bekerja sama dengan mitra lokal di bidang pengelolaan sampah yaitu Divers Clean Action menjalankan program PHINLA, yang didukung pemerintah Jerman dan melibatkan tiga negara, yakni Filipina, Indonesia, dan Srilanka.

Program tersebut untuk mengembangkan mata pencaharian bagi penduduk yang terkena dampak kemiskinan melalui sistem pengelolaan sampah multi-sektoral.

Berjalan sejak 2020, WVI dan DCA melakukan pendampingan terhadap 10 bank sampah di 10 RW yang tersebar di 4 kelurahan yaitu Cipinang Besar Selatan (Jakarta Timur), Marunda, Cilincing, dan Semper Barat (Jakarta Utara).

Di 10 wilayah binaan tersebut, program PHINLA mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan komunitas sesuai regulasi yang ada.

Nurpiah, Ketua Bank Sampah Kenanga, Bank Sampah Terbaik Tahun 2022 DKI Jakarta, mengatakan memilih sampah di rumah itu sebenarnya mudah.

"Itu bisa dilakukan oleh ibu-ibu dalam kegiatan sehari-hari. Kami di Bank Sampah Kenanga bisa berjalan lancar karena dukungan dan semangat para perempuan yang ada di RW kami,” ucapnya saat hadir di kampanye pengelolaan sampah  yang jadi bagian dari acara GLOBAL 6K “Water for Sumba" di Car Free Day DKI Jakarta, belum lama ini.

Selama kurang lebih tiga tahun berjalan, program PHINLA telah berhasil meningkatkan jumlah warga yang melakukan pemilahan sampah dan bergabung menjadi nasabah bank sampah.

Dari 822 nasabah di pertengahan 2021, bertambah menjadi total 1.834 nasabah pada akhir 2022.

Jumlah rumah memilah sampah (sesuai Pergub DKI nomor 77 Tahun 2020) juga naik dari 634 rumah di Januari 2022, menjadi total 1.437 rumah pada November 2022.

Baca juga: Optimalkan Bank Sampah Kecik dan Implementasikan Konsep EduEco Tourism di Hutan Sragen Harmoni Hijau

Kapasitas bank sampah juga meningkat dari 5.154 kg di pertengahan 2021, menjadi total 11.810 kg di Desember 2022.

Dari 10 bank sampah dampingan program PHINLA tiga diantaranya mendapatkan penghargaan sebagai bank sampah terbaik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2021 dan 2022.

Sekadar info, GLOBAL 6K “Water for Sumba” dilakukan sebagai bagian dari Kampanye Global terkait Air untuk anak-anak dan masyarakat di Sumba Barat Daya melalui kegiatan penggalangan dana melalui Charity Run.

Bersama-sama masyarakat publik dan mitra, Wahana Visi Indonesia mengajak calon partisipan untuk berlari bersama mengkampanyekan isu air bersih SBD sekaligus mengajak mereka berkontribusi terhadap pengurangan isu stunting melalui penyediaan fasilitas dan akses air bersih.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan