Rabu, 20 Mei 2026

Anak Pejabat Pajak Aniaya Remaja

Keluarga Tak Hadir, Mario Dandy Tertekan Hadapi Sidang Perdana Kasus Penganiayaan David Ozora

Pada sidang perdana hari ini Selasa (6/6/2023), tim penasihat hukum mengungkapkan Mario Dandy berada dalam kondisi tertekan karena merasa bersalah.

Tayang:
Tribunnews.com/Ashri Fadilla
Andreas Nahot Silitonga, penasihat hukum Mario Dandy kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, (6/6/2023). Pada sidang perdana hari ini Selasa (6/6/2023), tim penasihat hukum mengungkapkan Mario Dandy berada dalam kondisi tertekan karena merasa bersalah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mario Dandy bakal duduk di kursi pesakitan untuk pertama kalinya hari ini, Selasa (6/6/2023).

Dirinya akan menjadi terdakwa kasus penganiayaan berat terencana terhadap David Ozora.

Pada sidang perdana ini, tim penasihat hukum mengungkapkan bahwa Mario Dandy berada dalam kondisi tertekan.

"Siapa sih yang enggak tertekan?" ujar Andreas Nahot Silitonga kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, (6/6/2023).

Kondisi tertekan itu disebut Nahot lantaran Mario merasa bersalah.

Sebab perbuatannya telah membuat ayahnya, Rafael Alun Trisambodo turut mendekam di penjara.

"Kita sama-sama tahu enggak ada masalah sama bapaknya selama ini. Begitu kasus ini diungkap, bapaknya ditangkap polisi, hartanya disita semua. Bisa dibayangkan, rasa bersalahnya seperti apa," ujarnya.

Sayangnya, Mario Dandy harus melalui rasa tertekan itu sendirian pada sidang perdana kasus penganiayaan David Ozora ini.

Keluarganya tidak ada di sisi Mario Dandy, sebagaimana temannya, Shane Lukas yang banjir dukungan.

"Yang pasti bapaknya gabisa hadir karna sudah di Rutan KPK. Kalau dari ibunya saya rasa enggak cukup kuat untuk hadir disini mereka akan tetap mendoakan Mario menyaksikan," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mario Dandy Mendongak, Shane Lukas Tertunduk Jelang Sidang Perdana

Sementara dari Shane Lukas pada hari ini banjir dukungan dari berbagai kalangan simpatisan.

Dukungan itu terlihat dari banyaknya karangan bunga yang terpampang di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, terdapat delapan papan bunga yang seluruhnya bertuliskan dukungan terhadap Shane Lukas.

"Ungkapkan kebenaran bro. Keadilan akan datang."

"Debata mandongani ho, Shane."

Begitulah beberapa petikan dukungan bagi Shane yang tertulis di papan bunga.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved