Selasa, 2 Juni 2026

Pilpres 2024

Duduk Perkara Effendi Simbolon Dipanggil Dewan Kehormatan PDIP

Duduk perkara politisi senior Effendi Simbolon dipanggil DPP PDIP, buntut undang bacapres Prabowo Subianto di Rakernas PSBI, Jumat (7/7/2023)

Tayang:
Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Tiara Shelavie
Rizki Sandi Saputra
Politikus Senior PDIP Effendi Simbolon saat ditemui di sela-sela acara Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2023). Duduk perkara politisi senior Effendi Simbolon dipanggil DPP PDIP, buntut undang bacapres Prabowo Subianto di Rakernas PSBI, Jumat (7/7/2023) 

TRIBUNNEWS.COM - DPP PDI-Perjuangan (PDIP) bakal memanggil politisi senior Effendi Simbolon

Effendi Simbolon dipanggil setelah mengundang Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Indonesia (PSBI) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2023).

Effendi selaku ketua umum PSBI menyatakan bahwa Prabowo diundang ke Rakernas PSBI dalam kapasitas sebagai Menteri Pertahanan.

Namun dalam gelaran tersebut Effendi melemparkan sejumlah pujian bahkan sinyal dukungan kepada Prabowo sebagai calon bakal presiden (bacapres) 2024.

Anggota DPR RI Komisi I itu pun dianggap melakukan manuver, di tengah partainnya yang sudah mengusung Ganjar Pranowo sebagai bacapres. 

Baca juga: Profil Effendi Simbolon, Kader PDIP yang Bakal Dipanggil DPP Gegara Lempar Sinyal Dukung Prabowo

Berbagai sinyal dukungan terhadap Prabowo sebagai bacapres muncul dalam acara tersebut.

Di sela-sela pidato Prabowo, misalnya, sejumlah anggota PSBI langsung berteriak meminta Prabowo untuk maju kembali di Pilpres 2024.

Tak hanya itu, Effendi Simbolon dalam acara tersebut juga membeberkan kriteria figur yang dinilai mampu melanjutkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Kata Effendi, sosok itu harus memiliki keandalan dalam memimpin bangsa di masa depan. 

"Saya secara jujur berharap Indonesia di nahkodai oleh pemimpin yang punya kehandalan."

"others wise kita akan jadi porak poranda negara yang tadi disampaikan pak Prabowo begitu besarnya aset bangsa aset negara," kata Effendi, Jumat (7/7/2023).

Politikus PDIP Effendi Simbolon saat ditemui di sela-sela acara Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2023).
Politikus PDIP Effendi Simbolon saat ditemui di sela-sela acara Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2023). (Tribunnews.com/ rizki sandi saputra)

Baca juga: Gerindra Enggan Urusi Pemanggilan Effendi Simbolon oleh PDIP: Bukan Ranah Kita

Atas pernyataannya itu, lantas Effendi mengungkapkan bahwa sosok yang layak untuk memimpin itu adalah Prabowo Subianto.

"Nah tadi saya kira kita bisa membaca lah, secara jujur, secara objektif saya melihat figur itu ada di pak Prabowo," ucap dia.

Saat disinggung sosok itu ada di nama Ganjar Pranowo, Effendi meminta untuk tidak dibandingkan.

Sebab menurutnya, Ganjar Pranowo adalah capres pilihan Ketua Umum Partai tempatnya bernaung, sehingga, dia akan patuh pada mandat tersebut.

"Saya tidak ingin membanding-bandingkan ya. Kan pak Ganjar sudah diputuskan oleh ketua umum kami. Tentu saya harus patuh akan itu. Ya tentunya sebagai kader,"katanya. 

Saat ditemui di sela-sela acara Rakernas, Effendi menyebut, apa yang dilakukannya merupakan tanggungjawab moral sehingga harus menyuarakan.

"Ya saya kader partai, tapi sekaligus saya punya tanggung jawab moral punya tanggungjawab politik bahwa kita juga menyuarakan," kata Effendi. 

Effendi Simbolon Bakal Dimintai Klarifikasi

DPP PDIP bakal meminta klarifikasi soal peryataannya yang memberi sinyal dukungan untuk bacapres Prabowo Subianto.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketua DPP bidang Kehormatan Komarudin Watubun akan memintai klarifikasi kepada Effendi Simbolon.

Menurut Hasto, hal tersebut susah sesuai dengan mekanisme disiplin partai.

Di mana, seluruh kader partai harus patuh terhadap keputusan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam mendukung Bacapres Ganjar Pranowo.

"Karena itulah Pak Komarudin Watubun selaku Ketua DPP Bidang Kehormatan juga akan melakukan klarifikasi."

"Karena kami ini kan Partai Demokrasi Indonesia sehingga semuanya akan dilakukan klarifikasi partai agar disiplin partai ditegakkan," kata Hasto, Sabtu (8/7/2023).

Hasto tak merinci kapan pemanggilan terhadap Effendi Simbolon bakal dilakukan. 

Namun, ia menyebut pemanggilan terhadap Anggota Komisi I DPR RI fraksi PDIP itu akan dilakukan segera.

Tanggapan Gerindra dan Prabowo

Menurut Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco, langkah PDIP tersebut bukanlah ranah partainya untuk ikut mengomentari. 

Dasco mengatakan, pemanggilan Effendi itu merupakan mekanisme dari internal PDIP terhadap kadernya. 

"Saya pikir itu bukan ranah kita untuk mengomentari."

"Masing-masing partai politik punya mekanisme dan kita tidak berkomentar lebih jauh soal itu," kata Dasco, Minggu (9/7/2023).

Tak hanya Dasco, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga buka suara soal kabar Effendi Simbolon yang akan dipanggil DPP PDIP.

Prabowo menilai langkah PDIP itu bukanlah urusannya. 

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada acara konsolidasi akbar pengurus Gerindra Tangerang Raya di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Minggu (9/7/2023).
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada acara konsolidasi akbar pengurus Gerindra Tangerang Raya di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Minggu (9/7/2023). (Tribunnews.com/ Rahmat W Nugraha)

"Itu urusan, bukan urusan saya," kata Prabowo, Minggu (7/8/2023). 

Lebih lanjut, Prabowo Subianto juga menjelaskan soal alasan dirinya bisa hadir dalam acara Rakernas Marga Simbolon.

Kata Prabowo, dirinya hadir dalam agenda tersebut karena untuk menghormati pihak yang sudah mengundang.

"Ya saya kan diundang acara kebudayaan, acara adat, ya saya harus hormati orang yang ngundang, kan gitu," kata dia.

(Tribunnews.com/Milani Resti/Rizki Sandi Saputra/Fransiskus Adiyudha)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved