Rabu, 3 Juni 2026

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Hari Ini, 8 Agustus 2023, BMKG: 19 Wilayah Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

Peringatan dini cuaca ekstrem BMKG hari ini, 8 Agustus 2023, terdapat 19 wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat, kilat dan angin kencang.

Tayang:
Editor: Arif Fajar Nasucha
https://www.freepik.com/
Ilustrasi cuaca ekstrem - Peringatan dini cuaca ekstrem BMKG hari ini, 8 Agustus 2023, terdapat 19 wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat, kilat dan angin kencang. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari ini, 8 Agustus 2023.

Dikutip dari bmkg.go.id, peringatan dini cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah di Indonesia hari ini.

Menurut informasi terbaru dari BMKG, cuaca ekstrem terjadi di 19 wilayah di Indonesia.

Terpantau ada 11 wilayah yang akan bercuaca hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Selain itu di 5 wilayah lainnya akan berpotensi terjadi hujan, kilat, dan angin kencang.

Sedangkan pada wilayah Jambi, DKI Jakarta, dan Kalimantan Barat juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem angin kencang.

Baca juga: BMKG: Potensi Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Barat Lampung pada Hari Ini, 8 Agustus 2023

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

- Aceh

- Sumatera Utara

- Sumatera Barat

- Bengkulu

- Sumatera Selatan

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Selasa, 8 Agustus 2023: Perairan Utara Sabang Capai 4 Meter

- Kep. Bangka Belitung

- Lampung

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Utara

- Papua Barat

- Papua

Baca juga: Cuaca Besok - BMKG: 14 Wilayah Berpotensi Hujan pada Selasa, 8 Agustus 2023

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

- Nusa Tenggara Barat

- Nusa Tenggara Timur

- Sulawesi Barat

- Maluku Utara

- Maluku

Baca juga: Peringatan Dini BMKG - Gelombang Tinggi 4 M di Selat Bali dan Pulau Jawa, Senin 7 Agustus 2023

Wilayah yang berpotensi terjadi angin kencang: 

- Jambi

- DKI Jakarta

- Kalimantan Barat

Pemicu Cuaca Ekstrem

Sirkulasi Siklonik terpantau berada di Samudra Hindia Barat Sumatra Barat, dan Papua Barat.

Kondisi inilah yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari di Samudra Hindia Barat Sumatra Barat, dan dari Papua Tengah hingga Papua Barat.

Kemudian daerah pertemuan angin (konfluensi) terjadi di Samudra Hindia Barat Sumatra Bagian Utara, dan Papua Tengah.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Laut Andaman hingga Pesisir Barat Myanmar, di Laut Cina Selatan, dari Selat Karimata hingga Laut Natuna, dari Pesisir Barat Lampung hingga Pesisir Bengkulu, dari Pesisir Utara Jawa Timur, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, dari Sulawesi Tengah hingga Selat Makassar, dari Pulau Seram hingga Laut Maluku, dan dari Laut Aru hingga NTT.

Serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Cina Selatan, Laut Andaman, Laut Banda, Laut Flores hingga Laut Jawa, Samudra Hindia Selatan, NTT hingga Barat Daya Lampung, dan dari Laut Arafuru hingga Laut Aru.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Intrusi udara kering/dry intrusion dari BBS melintasi dari Papua Bagian Selatan hingga Perairan Selatan Pulau Timor, yang mampu mengangkat uap air basah di depan muka intrusi menjadi lebih hangat dan lembab yaitu di Papua Bagian Tengah, Maluku Bagian Tenggara, dan Pulau Timor.

Peningkatan Kecepatan Angin Permukaan > 25 knot terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina, di Laut Arafuru, di Laut Cina Selatan, di Laut Andaman, dan dari Samudra Hindia Selatan Jawa, Laut Maluku, dan Laut Seram yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang di wilayah perairan sekitarnya.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved