Senin, 25 Mei 2026

Menteri Agama Minta Relawan Moderasi Beragama Jembatani Situasi Ekstrem

Menag meminta Relawan Moderasi mampu membantu memberikan solusi di tengah situasi ekstrem.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Erik S
Istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan hari ini masyarakat dihadapkan pada satu situasi di mana ada sekelompok orang yang mengklaim sebagai pemegang otoritas keagamaan dan kebenaran. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan hari ini masyarakat dihadapkan pada satu situasi di mana ada sekelompok orang yang mengklaim sebagai pemegang otoritas keagamaan dan kebenaran.

Dirinya meminta Relawan Moderasi mampu membantu memberikan solusi di tengah situasi ekstrem.

"Saya berharap Relawan Moderasi ini mampu berada di tengah-tengah untuk menjembatani semua situasi yang ekstrem dan memoderasi semua hal yang mereka merasa memiliki otoritas atas kebenaran," ucap Yaqut melalui keterangan tertulis, Rabu (27/12/2023).

Baca juga: Prof. Dr. Syamsul Maarif: Ada Urgensi Yang Dirasakan Dan Mendasari Penerapan Moderasi Beragama

Hal tersebut diungkapkan oleh Yaqut pada pengukuhan 2.302 Relawan Moderasi di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Yaqut mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk.

Perbedaan yang ada, kata Yaqut, merupakan kekuatan yang mampu memerdekaan Indonesia.

"Takdir Indonesia ini takdir keragaman, takdir keberagaman, takdir keberbedaan. Namun, keperbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia ini selalu menjadi kekuatan dan berhasil memerdekaan negara yang kita cintai,” jelas Yaqut.

Meski begitu, Yaqut mengingatkan bahwa upaya melakukan moderasi tidak mudah.

"Moderasi itu harus berada di tengah. tidak boleh ikut yang kiri, tidak boleh ikut yang kanan. Harus ada di tengah-tengah, mengikuti arahan pimpinan," pungkas Yaqut. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved