Jumat, 1 Mei 2026

Gelar Upacara Bendera di Momen Hardiknas 2025, Rektor UKI Kenang Sosok Ki Hadjar Dewantara 

Ki Hadjar Dewantara tidak hanya dikenal karena pemikirannya yang visioner dalam dunia pendidikan tapi juga karena konsistensinya.

Tayang:
Ist
HARI PENDIDIKAN NASIONAL - Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat, 2 Mei 2025, di lapangan parkir depan Gedung GWS UKI, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat, 2 Mei 2025, di lapangan parkir depan Gedung GWS UKI Jakarta. 

Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika UKI, termasuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, petugas keamanan, dan tenaga kebersihan. 

Rektor UKI, Prof. Dhaniswara K. Harjono, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto. 

Dalam pidatonya yang bertema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Menteri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa depan.

Disampaikan bahwa pendidikan bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan jantung peradaban tempat karakter dan masa depan bangsa dibentuk. 

Pemerintah, melalui berbagai program seperti Wajib Belajar 13 Tahun, beasiswa KIP dan LPDP, serta peningkatan kesejahteraan pendidik, terus berkomitmen menghadirkan kebijakan nyata yang berdampak.

Dalam sambutannya, Dhaniswara juga mengangkat sosok Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh utama pendidikan nasional.

"Ki Hadjar Dewantara tidak hanya dikenal karena pemikirannya yang visioner dalam dunia pendidikan, tetapi juga karena konsistensinya dalam menjunjung tinggi budaya," kata Dhaniswara melalui keterangan tertulis, Jumat (2/5/2025).

Dirinya juga mengingatkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. 

"Sebuah filosofi kepemimpinan dan pendidikan yang tetap relevan hingga kini," katanya. 

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved