Senin, 1 September 2025

Kurikulum Sekolah Rakyat Bakal Terapkan Model Multi Entry Multi Exit, Ini Penjelasan Kemensos

Melalui kurikulum khusus modifikasi tersebut, menurut Robben, siswa fleksibel mempelajari sesuatu sesuai peminatan

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
KURIKULUM SEKOLAH RAKYAT - Sekjen Kemensos, Robben Rico, tinjau lokasi Sekolah Rakyat di Maluku Utara. Kurikulum Sekolah Rakyat rencananya akan menerapkan model pengelolaan Multi Entry-Multi Exit untuk mencetak siswa sebagai agen perubahan. Robben mengatakan beberapa sekolah unggulan di Indonesia menjadi komparasi tolok ukur kurikulum 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurikulum Sekolah Rakyat rencananya akan menerapkan model pengelolaan Multi Entry-Multi Exit untuk mencetak siswa sebagai agen perubahan.

Sekretaris Jenderal Kemensos RI Robben Rico mengatakan beberapa sekolah unggulan di Indonesia menjadi komparasi tolok ukur kurikulum.

"Kami melibatkan beberapa kementerian dan lembaga untuk berdiskusi dan sesuai arahan Pak Menteri Sosial nanti kurikulum sekolah rakyat itu khasnya itu model desain kurikulum tailor made (dirancang khusus), pola pengelolaannya Multi Entry-Multi Exit, dan berasrama tentunya," kata Robben melalui keterangan tertulis, Selasa (10/6/2025).

Kurikulum ini, kata Robben, dapat memberi fleksibilitas kepada siswa memilih jalur belajar sesuai kebutuhan.

Hal ini juga membantu mengakomodasi berbagai latar belakang dan kemampuan siswa dalam rangka mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan

Melalui kurikulum khusus modifikasi tersebut, menurut Robben, siswa fleksibel mempelajari sesuatu sesuai peminatan.

Sebagai pembanding, Kemensos studi banding ke beberapa sekolah unggulan di Indonesia, seperti MAN Insan Cendekia Serpong, CT Arsa Sukoharjo, dan Al Hikmah Batu.

Baca juga: 10 Negara Paling Berpendidikan di Dunia: Irlandia Pimpin Peringkat Pendidikan Global, Ada Singapura

Berdasarkan hasil kunjungan ke sekolah tersebut, terlihat beberapa aspek yang perlu diimplementasikan.

Salah satunya pengalaman pembelajaran dan kesenjangan antara muatan atau substansi yang berbeda pada siswa akan diselaraskan sesuai dengan kompetensi yang harus dipenuhi pada kurikulum Sekolah Rakyat melalui program persiapan.

Program persiapan atau masa orientasi juga dilakukan untuk menyiapkan siswa dalam sistem boarding school dan adaptasi terhadap kurikulum pembelajaran yang akan diikuti.

Pada saat persiapan dilakukan asesmen diagnostik pada peserta didik untuk mengetahui karakteristik masing-masing, sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelebihan hingga potensi murid.

Dalam kurikulum Sekolah Rakyat nantinya menggunakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara Individual Approach dan Pembelajaran Mendalam (deep learning).

Selain itu, terdapat nilai  penguatan karakter, penguatan spiritualitas, penguatan cinta tanah air, dan penguatan bahasa.

Kurikulum yang sama juga akan diterapkan pada setiap jenjang mulai dari SD, SMP dan SMA. "Muatan pembelajarannya disesuaikan berdasarkan tingkatan satuan pendidikan untuk melihat proses capaian pembelajarannya," ujarnya.

Penyusunan kurikulum Sekolah Rakyat tidak terlepas dari sinergi antar lintas Kementerian, seperti Kemendikdasmen dan Kemenag yang terlibat dalam penyusunan kurikulum tersebut.

Metode ini membuat masing-masing muatan yang terdapat didalam kurikulum sudah diterapkan di sekolah-sekolah yang existing dengan sedikit penyesuaian.

"Tinggal dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari sekolah rakyat," kata Robben.

Sekolah dengan konsep boarding school ini dijadwalkan dibuka pada tahun ajaran 2025/2026.

Pada tahun ini akan dibuka di 65 titik lokasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan ditargetkan hingga 100 titik.

Sejumlah langkah terus dilakukan mulai dari peninjauan lokasi, penyediaan sarana dan prasarana, perekrutan tenaga pengajar, pendataan calon siswa, dan sosialisasi kepada calon siswa dan orangtua.

Program yang telah diatur dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan ini memberikan kesempatan kepada anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapat pendidikan berkualitas.

Nantinya, Sekolah Rakyat menjadi pencetak agen perubahan dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.
 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan