Produk Bebas Asap Disebut Bantu Pemerintah Jepang Turunkan Prevalensi Perokok
Tak banyak negara di dunia yang berhasil menurunkan angka perokok secara drastis dalam kurun waktu 10 tahun. Jepang adalah salah satu negara sukses
TRIBUNNEWS.COM - Tak banyak negara di dunia yang berhasil menurunkan angka perokok secara drastis dalam kurun waktu 10 tahun. Jepang adalah salah satu negara yang sukses mewujudkan hal tersebut lewat transformasi besar.
Keberhasilan Jepang ini, menurut Direktur Scientific Engagement SEA CIS MEA Philip Morris International (PMI) Tomoko Iida, datang dari inovasi dan mengambil langkah berbeda. Iida, yang berasal dari Jepang, menceritakan kisah di balik capaian luar biasa negaranya itu.
“Sepuluh tahun yang lalu, sangatlah tidak mudah, tidak ada seorang pun yang melihat, menyentuh atau menggunakan produk tembakau bebas asap. Tapi hari ini, faktanya, jumlah perokok di Jepang telah turun hampir separuh hanya dalam waktu sembilan tahun. Ini adalah transformasi yang sangat cepat dan nyata,” cerita Tomoko dalam forum Technovation yang digelar PT HM Sampoerna Tbk dan Philip Morris International (PMI), Rabu (2/7/2025).
Lebih lanjut, Tomoko juga menjelaskan bahwa perubahan besar yang terjadi di Jepang dimulai dari langkah-langkah kecil namun didukung data dan komitmen yang konsisten dari para pemangku kepentingan.
Ia bercerita bahwa pengenalan produk tembakau bebas asap (smoke-free product) di Jepang dimulai di kota kecil Nagoya, pada tahun 2014 silam.
“Kalau dilihat sekarang, pencapaian ini luar biasa tapi awalnya hanyalah langkah sederhana. Tadinya mereka tidak paham konsepnya, tapi kami sampaikan pesan bahwa penyebab utama penyakit akibat merokok terletak pada proses pembakarannya,” lanjut Tomoko.
Ia mengaku bangga karena kini masyarakat Jepang mulai memahami hal tersebut setelah menerima informasi akurat mengenai sains dan teknologi di balik produk bebas asap.
Lampaui Target Pemerintah dalam Menurunkan Angka Perokok
Sejak peluncuran produk bebas asap yang dikenal dengan nama IQOS pada 2014, Tomoko memaparkan penurunan angka perokok di Jepang bahkan melampaui target pemerintah.
“Populasi perokok di Jepang turun dari 19,6 persen pada 2014 menjadi hanya 9,4 persen pada 2023. Penurunan ini bahkan melampaui target pemerintah Jepang yang mematok angka 12 persen pada 2032 mendatang. Tapi pada 2023, pemerintah telah mencapai target dengan adanya produk ini (SFP) yang kini dapat diakses masyarakat,” jelasnya.
Selain Jepang, Swedia menjadi contoh lain bagaimana inovasi produk bebas asap berkontribusi positif dalam menurunkan prevalensi merokok.
Di Swedia, berdasarkan data kesehatan publik di negara tersebut, kontribusi pemanfaatan kantong nikotin, yang diperkenalkan pada 1973, sebagai alternatif untuk beralih dari merokok juga berkorelasi dengan perbaikan kualitas kesehatan publik. Berdasarkan data 2020, Swedia mencatatkan kasus kanker paru-paru (lung cancer incident) pada pria sekitar 17 kasus per 100.000 populasi. Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata negara Uni Eropa yang berada di kisaran 42 kasus.
“Ini adalah inti dari pengurangan bahaya tembakau. Ketika Anda memiliki produk yang terbukti secara ilmiah lebih baik daripada rokok, dan para perokok dewasa memiliki akses untuk beralih, Anda benar-benar akan melihat dampaknya pada tingkat populasi,” sambung Tomoko.
Baca juga: Dampak Positif Produk Bebas Asap Makin Luas dengan Kolaborasi Lintas Sektor
Pada kesempatan ini, Tomoko juga menegaskan tentang misinformasi yang beredar di masyarakat seiring kehadiran produk bebas asap di Jepang. Salah satunya adalah informasi yang salah tentang penggunaan produk bebas asap oleh anak-anak atau remaja di Jepang.
“Banyak yang mengatakan produk bebas asap ini digunakan anak-anak atau remaja. Ini tidak benar. Dari survei yang dilakukan Pemerintah Jepang pada remaja setiap tiga tahun, hasilnya penggunaan produk bebas asap yang dipanaskan di kalangan siswa SMP dan SMA (usia 12-18 tahun) sangat rendah, bahkan di bawah 0,1 persen. Data ini mirip dengan negara lain, seperti Swiss dan Jerman,” papar Tomoko.
Tomoko pun menekankan hasil survei pemerintah ini menunjukkan bahwa perokok dewasa Jepang beralih ke produk alternatif yang lebih rendah risiko, tanpa terjadi peningkatan penggunaan oleh anak-anak atau remaja.
Baca juga: Wujud Komitmen Sampoerna dan PMI: Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/produk-bebas-asap-tomoko-technovation.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.