Kamis, 14 Mei 2026

Kemenko Polkam Minta Tokoh-tokoh Agama Terus Kampanyekan Kerukunan dan Toleransi

Kemenko Polkam berharap tokoh agama dapat mempromosikan kerukunan hingga toleransi guna menghadapi tantangan global.

Tayang:
Penulis: Gita Irawan
HO/Ist
TOLERANSI - Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono di sela-sela acara Internalisasi Ajaran Agama melalui Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama di Medan pada 14 sampai 15 Juli 2025. Purwito berharap tokoh agama dapat mempromosikan kerukunan, toleransi, dan saling pengertian antar umat beragama agar guna menghadapi tantangan global. (HO/Humas Kemenko Polkam).  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) berharap tokoh agama dapat mempromosikan kerukunan hingga toleransi guna menghadapi tantangan global.

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono menegaskan pentingnya merawat kerukunan antar umat beragama guna terciptanya stabilitas politik dan keamanan di tengah ancaman tantangan geopolitik global.

Hal itu disampaikan Purwito saat menghadiri kegiatan Internalisasi Ajaran Agama melalui Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama di Medan pada 14 sampai 15 Juli 2025.

Mayjen Purwito sendiri merupakan lulusan Akademi Militer (1993) yang berasal dari kecabangan Kavaleri.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kasdam I/Bukit Barisan (2021—2022) dan Kabinda DKI Jakarta.

"Diharapkan tokoh agama dapat berperan aktif dalam mempromosikan kerukunan, toleransi, dan saling pengertian antar umat beragama agar guna menghadapi tantangan global dapat diatasi melalui upaya bersama," kata Purwito dalam keterangan yang diterima Kamis (17/7/2025).

Selain itu, ia juga mengatakan setiap perbedaan agama, suku, dan ras harus dilindungi dan dijamin keberlanjutannya. 

Ia mengatakan FKUB dapat menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan, khususnya di wilayah Sumatera Utara untuk memperkuat peran, merumuskan kebijakan bersama, serta merespon isu-isu aktual demi terwujudnya harmoni umat beragama dan keutuhan NKRI. 

"Pada saat yang sama, setiap upaya yang bertujuan membongkar konsensus hidup bernegara dan memecah belah anak bangsa mesti dihentikan secara tegas melalui penegakan hukum yang adil bagi semua," kata Purwito.

Wakil Menteri Agama Romo H. R. Muhammad Syafi’I juga menyampaikan saat ini negara menghadapi tantangan kerukunan yang semakin kompleks. 

Untuk itu, menurutnya penting untuk menjaga kerja sama dan kolaborasi.

"‎Pentingnya menjaga kerjasama, kolaborasi berdasarkan perbedaan yang dimiliki. Jangan sampai ketika eskalasi peperangan di Timur Tengah meningkat justru dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab," ujar dia.

Dalam kegiatan itu turut hadir Wakil Menteri Agama, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Kementerian Agama, Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, Asisten Pemerintahan dan Kesra provinsi Sumut, serta Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan 

Hadir pula perwakilan Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme (BPET) MUI, Pengurus FKUB Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Tokoh agama lintas agama se-Sumatera Utara, Para Pejabat Kementerian Agama Pusat dan Daerah dan Beberapa OPD Provinsi Sumatera Utara.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved