Pemuda Katolik Siapkan Kader Patriotik Lewat Diklatsar Paskokat
Ratusan kader Pemuda Katolik mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Pasukan Komando Pemuda Katolik (Diklatsar Paskokat) di Wisma Kinasih, Bogor.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan kader Pemuda Katolik dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Pasukan Komando Pemuda Katolik (Diklatsar Paskokat) di Wisma Kinasih, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/7/2025).
Pemuda Katolik adalah organisasi kemasyarakatan nasional yang menaungi kaum muda Katolik Indonesia berusia 17–45 tahun
Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, yang juga didaulat sebagai Panglima Nasional Paskokat, secara resmi membuka pelatihan tersebut.
Gusma menekankan, pembentukan Paskokat merupakan langkah strategis untuk memperkuat arah gerakan organisasi.
"Paskokat akan menjadi motor penggerak gerakan kemanusiaan Pemuda Katolik, mulai dari tanggap bencana, advokasi sosial, hingga keterlibatan dalam gerakan kebangsaan," kata Gusma dalam siaran persnya, Kamis.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi proses kaderisasi untuk melahirkan patriot muda Katolik yang memiliki kepekaan sosial, daya juang, dan kesiapan terjun langsung ke tengah masyarakat.
Baca juga: Kolaborasi Pemuda Katolik dengan Program Asta Cita Menjadi Agenda Utama di Rakernas 2025
Diklatsar Paskokat Angkatan I ini mengusung pendekatan pelatihan terpadu yang mencakup pembinaan disiplin, penguatan karakter kebangsaan, hingga pelatihan keterampilan praktis.
Para peserta dibekali pengetahuan dan kemampuan teknis, mulai dari advokasi non-litigasi, penanganan kebencanaan, pertolongan pertama, hingga pengorganisasian massa dan penguatan jejaring sosial.
Pelatihan juga menghadirkan instruktur dari Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser).
Gusma menegaskan, kolaborasi ini sebagai wujud komitmen Pemuda Katolik terhadap nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas lintas iman.
"Kita belajar dari siapa saja, selama itu memperkuat komitmen kita kepada Pancasila, NKRI, dan nilai-nilai kemanusiaan," ucapnya.
Soal Pemuda Katolik
Pemuda Katolik adalah organisasi kemasyarakatan nasional yang menaungi kaum muda Katolik Indonesia berusia 17–45 tahun.
Didirikan pada 15 November 1945, organisasi ini berperan aktif dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan Gereja.
Sejarah Singkat
Berakar dari Katholieke Jongelingen Bond (KJB) yang berdiri di Batavia pada 1914
Resmi diumumkan dalam Kongres Partai Politik Katolik Indonesia di Surakarta, 8 Desember 1945
Nama “Pemuda Katolik” mulai digunakan sejak Kongres di Solo tahun 1960
Visi & Misi
Membentuk kader muda Katolik yang beriman, patriotik, dan berintegritas
Mendorong keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial, kemanusiaan, dan kebangsaan
Menjadi jembatan antara Gereja dan masyarakat luas
Program Unggulan
Paskokat (Pasukan Komando Pemuda Katolik): pelatihan kader patriotik yang siap turun ke lapangan dalam aksi sosial, advokasi, dan tanggap bencana3
Kolaborasi lintas iman, seperti pelatihan bersama Banser-Ansor untuk bela negara dan kepemimpinan
Penguatan karakter melalui pelatihan soft skills: negosiasi, advokasi, kepemimpinan berbasis pelayanan
Struktur Kepemimpinan
Ketua Umum: Stefanus Asat Gusma
Sekretaris Jenderal: Lorensius Purba
Kantor Pusat: Jakarta Pusat
Organisasi ini bukan hanya aktif di ruang sakral, tapi juga hadir nyata di tengah masyarakat—dari desa hingga kota, dari gereja hingga ruang publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Diklatsar-Paskokat-pemuda-katolik.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.