Selasa, 28 April 2026

Pemuda Katolik Siapkan Kader Patriotik Lewat Diklatsar Paskokat

Ratusan kader Pemuda Katolik mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Pasukan Komando Pemuda Katolik (Diklatsar Paskokat) di Wisma Kinasih, Bogor.

Tayang:
HO/DOK. PEMUDA KATOLIK
PEMUDA KATOLIK DIKLAT - Ratusan kader Pemuda Katolik dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Pasukan Komando Pemuda Katolik (Diklatsar Paskokat) yang digelar di Wisma Kinasih, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/7/2025). (HO/DOK. PEMUDA KATOLIK) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan kader Pemuda Katolik dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Pasukan Komando Pemuda Katolik (Diklatsar Paskokat) di Wisma Kinasih, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/7/2025).

Pemuda Katolik adalah organisasi kemasyarakatan nasional yang menaungi kaum muda Katolik Indonesia berusia 17–45 tahun

Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, yang juga didaulat sebagai Panglima Nasional Paskokat, secara resmi membuka pelatihan tersebut. 

Gusma menekankan, pembentukan Paskokat merupakan langkah strategis untuk memperkuat arah gerakan organisasi.

"Paskokat akan menjadi motor penggerak gerakan kemanusiaan Pemuda Katolik, mulai dari tanggap bencana, advokasi sosial, hingga keterlibatan dalam gerakan kebangsaan," kata Gusma dalam siaran persnya, Kamis.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi proses kaderisasi untuk melahirkan patriot muda Katolik yang memiliki kepekaan sosial, daya juang, dan kesiapan terjun langsung ke tengah masyarakat.

Baca juga: Kolaborasi Pemuda Katolik dengan Program Asta Cita Menjadi Agenda Utama di Rakernas 2025

Diklatsar Paskokat Angkatan I ini mengusung pendekatan pelatihan terpadu yang mencakup pembinaan disiplin, penguatan karakter kebangsaan, hingga pelatihan keterampilan praktis.

Para peserta dibekali pengetahuan dan kemampuan teknis, mulai dari advokasi non-litigasi, penanganan kebencanaan, pertolongan pertama, hingga pengorganisasian massa dan penguatan jejaring sosial.

Pelatihan juga menghadirkan instruktur dari Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser).

Gusma menegaskan, kolaborasi ini sebagai wujud komitmen Pemuda Katolik terhadap nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas lintas iman.

"Kita belajar dari siapa saja, selama itu memperkuat komitmen kita kepada Pancasila, NKRI, dan nilai-nilai kemanusiaan," ucapnya.

 

Soal Pemuda Katolik

Pemuda Katolik adalah organisasi kemasyarakatan nasional yang menaungi kaum muda Katolik Indonesia berusia 17–45 tahun. 

Didirikan pada 15 November 1945, organisasi ini berperan aktif dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan Gereja.

 

Sejarah Singkat

Berakar dari Katholieke Jongelingen Bond (KJB) yang berdiri di Batavia pada 1914

Resmi diumumkan dalam Kongres Partai Politik Katolik Indonesia di Surakarta, 8 Desember 1945

Nama “Pemuda Katolik” mulai digunakan sejak Kongres di Solo tahun 1960

 

Visi & Misi

Membentuk kader muda Katolik yang beriman, patriotik, dan berintegritas

Mendorong keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial, kemanusiaan, dan kebangsaan

Menjadi jembatan antara Gereja dan masyarakat luas

 

Program Unggulan

Paskokat (Pasukan Komando Pemuda Katolik): pelatihan kader patriotik yang siap turun ke lapangan dalam aksi sosial, advokasi, dan tanggap bencana3

Kolaborasi lintas iman, seperti pelatihan bersama Banser-Ansor untuk bela negara dan kepemimpinan

Penguatan karakter melalui pelatihan soft skills: negosiasi, advokasi, kepemimpinan berbasis pelayanan

 

Struktur Kepemimpinan

Ketua Umum: Stefanus Asat Gusma

Sekretaris Jenderal: Lorensius Purba

Kantor Pusat: Jakarta Pusat

Organisasi ini bukan hanya aktif di ruang sakral, tapi juga hadir nyata di tengah masyarakat—dari desa hingga kota, dari gereja hingga ruang publik.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved