Minggu, 3 Mei 2026

Komika Mongol Stres Jabat Ketua DPP PSI Bidang Industri Kreatif

Komedian Mongol Stres masuk dalam jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030.

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
MONGOL STRES - Komedian Mongol Stres masuk dalam jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030. Dikutip dari laman PSI, pria bernama asli Rony Imanuel itu menduduki jabatan Ketua DPP PSI Bidang Industri Kreatif. 

TRIBUNNEWS.COM - Komedian Mongol Stres masuk dalam jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030.

Dikutip dari laman PSI, pria bernama asli Rony Imanuel itu menduduki jabatan Ketua DPP PSI Bidang Industri Kreatif.

PSI diketahui baru saja menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan hingga lambang partai.

SK kepengurusan partai berlambang gajah tersebut, diserahkan Menteri Hukum RI (Menkum) Supratman Andi Agtas kepada Sekretaris Jenderal DPP PSI Raja Juli Antoni di Kantor Kemenkum RI, Jumat (10/10/2025).

"Hari ini saya menyerahkan surat keputusan Menteri Hukum baik menyangkut soal anggaran dasar, kemudian lambang partai, dan juga susunan kepengurusan kepada Sekjen Partai Solidaritas Indonesia," kata Supratman dalam jumpa pers.

Supratman mengatakan, dirinya baru menandatangani SK kepengurusan DPP PSI pada Kamis (9/10/2025) malam, setelah menerima surat disposisi dari pengurus DPP PSI.

Baca juga: Daftar Lengkap Pengurus PSI 2025-2030, Sosok J Ketua Dewan Pembina Masih Dirahasiakan

Sosok Mongol Stres

Mongol Stres bukan orang baru di partai berlambang gajah itu.

Pria kelahiran Manado, 27 September 1978 itu sudah bergabung dengan PSI sejak 2021.

Saat itu Mongol mengaku sikap transparan dan kejujuran PSI dalam penggunaan uang rakyat menjadi alasannya bergabung.

“Saya pelajari, baca-baca berita-beritanya kok dana reses saja dilaporkan. Setelah Mongol pikirkan secara mandalam, justru inilah partai paling jujur karena semua penggunaan uang rakyat harus dilaporkan."

"Prinsip dan tujuan hidup Mongol ingin masuk politik karena kesamaan tagline dengan PSI yaitu anti-mahar,” kata Mongol dalam konferensi pers di Basecamp DPP PSI, Selasa, 23 November 2021.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PSI saat itu, Giring Ganesha menyambut baik bergabungnya Mongol dengan PSI.

"Mendengar itu (keinginan Mongol gabung PSI), saya senang sekali. Senang karena sosok kreatif seperti Bro Mongol akan bahu-membahu berjuang di PSI,” kata Giring.

Mongol mulai dikenal publik setelah tampil di acara Stand Up Comedy Show di Metro TV sekitar tahun 2011.

Selain menjadi komika, Mongol juga telah membintangi sejumlah film layar lebar.

Pada 2022, Mongol mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Pada Pemilu 2024 ia pernah mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPR RI dari PSI. 

Dikutip dari Bangka Pos, Mongol pada akhirnya gagal ikut jadi caleg. Bukan gagal karena tak lolos dari mekanisme partai atau KPU, Mongol menyebut dirinya justru tak lolos menjadi caleg karena orang tuanya yang tak memberi restu.

Orang tua Mongol menolak keinginan Mongol karena citra anggota DPR yang seringkali terlibat pusaran korupsi.

Awal Karier di Jakarta

Dikutip Bangka Pos dari kanal YouTube Melaney Ricardo, Mongol tumbuh dari keluarga sederhana.

Sejak muda ia terbiasa bekerja keras untuk membantu ekonomi keluarga.

Ia merantau ke Jakarta dan menjadi titik balik kehidupannya.

Awalnya, Mongol bekerja di berbagai bidang demi bertahan hidup.

Berawal dari kegagalannya masuk sekolah pendeta, ia bertahan hidup di Jakarta hingga akhirnya terjebak oleh temannya untuk tampil di sebuah acara lawak di Comedy Cafe, Kemang. 

Mongol mengawali kariernya di dunia hiburan tanah air sebagai pelawak tunggal dalam acara Stand Up Comedy Show Tahun 2011.

Sejak saat itu, ia menjadi komika, mulai tampil di acara Stand Up Comedy Show Metro TV, dan dikenal dengan gayanya yang blak-blakan dan mengangkat realitas sosial. 

Memiliki latar belakang sebagai seorang pelawak, Mongol Stres pernah dinobatkan sebagai komika bayaran termahal.

Siapa sangka, dirinya pernah dibayar Rp200 juta untuk menghibur penonton hanya dalam kurun waktu 15 menit saja.

Mongol tak membantah berita soal bayaran mahal tersebut, saat dikonfirmasi oleh Marianne dan Nirina Zubir lewat kanal YouTube TS Media.

"Kalau komika termahal, (paling mahal dibayar) Rp200 juta, 15 menit only," ujar Mongol.

Mongol menjelaskan biasanya durasi stand up comedy paling sebentar adalah 7 menit dan paling lama 15 menit.

Namun terkadang ada pula klien yang meminta Mongol untuk stand up dengan durasi yang lebih lama lagi.

"Rp200 juta itu cuma sekali, tapi kalau (dibayar) di atas Rp 100 juta sering banget. Sementara stand up kadang lanjut-lanjut otomatis kan, dia (perusahaan) transferin lagi, transferin lagi berapa sih dia, Rp70 juta (bayaran Mongol), ya sudah transferin lagi Rp150 juta," ucap Mongol.

Mongol memastikan informasi bahwa ia dirinya menjadi salah satu komika termahal bukanlah hoak, namun benar adanya.

"Bukan hoaks, itu benar (mahal bayarannya)," tegas Mongol.

Sebagian artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Profil Mongol Stres Artis Komedian Mantan Pendeta yang Ditipu Cagub Rp53 M.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Rizki Sandi Saputra) (BangkaPos.com/Dedy Qurniawan)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved