Selasa, 16 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Kepala BGN Ungkap Cerita di Balik Lahirnya Program Makan Bergizi Gratis

Dadan mengungkap, ia adalah salah satu dari enam orang tim pakar yang dibentuk untuk menyusun visi-misi dari pasangan Prabowo-Gibran. 

Tayang: | Diperbarui:
Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis cita-cita lama Prabowo Subianto
  • Keinginan kuat Prabowo untuk memberi makan jutaan anak Indonesia
  • Program ini awalnya bernama 'Makan Siang Gratis'

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto ternyata telah lama menjadi cita-citanya, berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi anak-anak Indonesia. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, keinginan kuat Prabowo untuk memberi makan jutaan anak Indonesia lahir dari pengalaman lapangannya yang sering turun ke daerah-daerah.

Baca juga: Survei Terbaru Penilaian Publik soal Program MBG, Dilanjutkan atau Dihentikan Sementara?

"Jadi, karena ini program sudah lama dicita-citakan oleh beliau dari pengalaman lapangan, operasi yang sering turun ke daerah-daerah. Beliau melihat bahwa banyak anak Indonesia itu yang pertumbuhannya kurang baik," kata Dadan. saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dadan, yang terlibat sejak awal, menceritakan bahwa program ini awalnya bernama 'Makan Siang Gratis'. 

Baca juga: Temuan Plester pada MBG di SDN Cisaat Gadis Sukabumi, Ini Kata Bupati dan Kepala Sekolah

Dadan mengungkap, ia adalah salah satu dari enam orang tim pakar yang dibentuk untuk menyusun visi-misi dari pasangan Prabowo-Gibran. 

"Salah satu program yang sering dibicarakan dan kemudian ditempatkan sebagai nomor satu untuk program hasil terbaik cepat adalah waktu itu namanya Makan Siang Gratis," ujarnya.

"Konsep yang ada sekarang berbasis konsep yang sudah dibuatkan oleh beberapa orang. Dan konsep yang dilaksanakan sekarang, kebetulan merupakan hasil pilot project yang saya laksanakan di Sukabumi," terang Dadan.

Seiring kemenangan Prabowo dalam Pilpres, diskusi mengenai program ini semakin intensif. Sang Presiden punya keinginan khusus. Program ini harus dijalankan oleh sebuah badan, bukan kementerian.

"Karena beliau tidak ingin program ini dilaksanakan dalam bentuk kementerian. Maka dibentuklah apa yang disebut dengan Badan Gizi Nasional," jelas Dadan.

Dadan mengisahkan momen mengejutkan saat dirinya ditawari untuk memegang tampuk kepemimpinan BGN.

"Dan kemudian ketika mencari orang untuk menjadi kepala badan saat itu, beliau mempertimbangkan beberapa orang. Dan ketika satu pertemuan, tiba-tiba beliau bertanya, 'Berani gak memimpin?' gitu," ujar Dadan tentang percakapannya dengan Prabowo.

Berikut petikan wawancara bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dengan Tribunnews.com:

Tanya: Bapak waktu itu dilantik sebelum Pak Prabowo dilantik. Apakah kemauan datang dari diri sendiri atau?

Jawab: Saya menjadi Kepala Badan Gizi atas keinginan dan permintaan Pak Presiden Prabowo Subianto. Dan jauh sebelum beliau dilantik, kita sudah membicarakan program ini kan sejak Juni 2023. Kita launching program ini tanggal 15 Agustus 2023, jauh sebelum pilpres dilakukan. Jadi, Program ini sudah lama dicita-citakan oleh beliau dari pengalaman lapangan, operasi yang sering turun ke daerah-daerah.  Dan konsep yang dilaksanakan sekarang, kebetulan merupakan hasil pilot project yang saya laksanakan di Sukabumi.

Tanya: Oh, di Sukabumi yang pertama?

Jawab: Iya, betul. Dan begitu Pak Prabowo menang, diskusi makin intensif dan beliau mengatakan kita harus membentuk sebuah badan yang akan melaksanakan program ini.  Karena beliau tidak ingin program ini dilaksanakan dalam bentuk kementerian. Maka dibentuklah apa yang disebut dengan Badan Gizi Nasional. 

Tanya: Kenal dengan Presiden Prabowo di mana? Ketemu di mana?

Jawab: Tahun 2020  ikut menjadi tim pakar untuk program food estate di Kementerian Pertahanan. Dan saat itu sebenarnya saya ikut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional yang dekat sekali dengan Pak Prabowo, sudah lama. 

Tanya: Soal Perpres terkait dengan MBG kelanjutannya bagaimana?

Jawab: Perpres itu sebenarnya mengatur lebih banyak keterkaitan antar lembaga ya. Karena ternyata setelah program ini dilaksanakan, kan kaitannya cukup besar. Memang yang melakukan pelaksanaan program ini Badan Gizi, tapi tidak cukup Badan Gizi saja, karena nanti akan butuh dukungan SDM dari Menpan-RB, dari Sekretariat Negara, peraturan dari Menteri Hukum. Kemudian pemenuhan rantai pasok dari Kementerian Pertanian, kemudian dari Kementerian KKP, butuh kelembagaan dalam koordinasi dengan Menteri Koperasi, dengan UMKM, dengan Menteri Desa. 

Karena penerima manfaatnya banyak di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, ada juga di Kementerian Agama, kemudian penerima manfaatnya juga ada di Kementerian PPA, dan juga Kementerian Pendudukan dan Pembinaan Keluarga.  Jadi ini satu dengan yang lain sering terkait, termasuk juga aspek kehalalan dari Badan Penyelenggara Produk Halal. Perpres itu akhirnya membahas tugas pokok fungsi dari masing-masing lembaga, kementerian, atau institusi. 

Tanya:  Terjadi banyak kasus terkait dengan keracunan. Kita juga mau tahu pak, ini kasus yang meningkat, bagaimana komunikasi bapak dengan pak Presiden? Bapak mengisyaratkan juga kalau misalnya ini jadi tekanan juga ya pak, saat ini seperti apa?

Jawab: Ya, tentu saja kan kita tidak menginginkan kejadian ini terjadi. Kita selalu menyesalkan setiap kali kejadian. Karena kita sudah membuat SOP itu sangat rinci, detil, termasuk memperhitungkan berbagai hal ya.   Tapi yang namanya program besar, variasi daerahnya juga cukup tinggi, sehingga kejadian ini disesalkan masih terjadi. Dan kita berusaha sekuat tenaga agar semakin lama semakin kecil. Karena kita pahami, setiap kali kejadian ada penerima manfaat yang tersakiti, karena mereka harus dirawat, harus diinfus, dan lain-lain. 

Kemudian setiap kali kejadian juga ada orang tua yang khawatir, takut anaknya apa-apa. Dan tentu saja juga setiap kali kejadian ada kepercayaan publik yang terganggu.

Tanya: Trauma juga pak?

Jawab: Trauma. Sehingga memang kita ingin menghindarkan itu terjadi. Dan oleh sebab itu, pak Presiden memberikan instruksi-instruksi yang lebih rinci lagi terkait dengan bagaimana meng-handle ini semua.  Termasuk terakhir kemarin instruksi di Sidang Kabinet Paripurna agar BGN membagikan sendok atau mengajarkan agar anak makan menggunakan sendok. 

Tanya: Sebelumnya emang belum ada ya pak sendok garpunya?

Jawab: Sudah sebetulnya. Cuma kan itu kan yang kecil ya, yang seringkali mungkin hilang. Jadi beberapa anak juga sering bawa sendiri. Tapi sekarang pak Presiden menginginkan Badan Gizi saja yang menyediakan.

Tanya: Tambahan anggaran lagi dong Pak?

Jawab: Enggak perlu. Tidak setiap kali ada kegiatan harus tambah anggaran, karena biaya yang ada di kita sudah cukup.

Tanya: Kita ingin tahu, apakah setiap hari papak telefonan sama pak Prabowo, karena sekarang sedang menjadi sorotan sekali program ini? Atau seperti apa Pak?

Jawab: Ya, biasanya bapak sering berinisiatif menelepon. Kalau ada informasi yang perlu dikonfirmasi, ada informasi yang ingin diketahui, atau ada hal yang ditanyakan, atau ada hal yang ingin disarankan, biasanya Bapak telepon, atau mengundang rapat.  (Tribun Network/ Yuda).

 

 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved