Banjir Bandang di Sumatera
Prabowo Sebut Kelapa Sawit Karunia Tuhan usai Banjir Sumatra, JATAM: Demi Selamatkan Bisnisnya
JATAM menganggap Prabowo sedang berupaya menyelamatkan bisnisnya usai menyebut kelapa sawit adalah karunia dari Tuhan.
Ringkasan Berita:
- JATAM mengecam pernyataan Prabowo yang menyebut kelapa sawit di Indonesia merupakan karunia dari Tuhan.
- Prabowo dianggap hanya sedang memikirkan bisnisnya sendiri dan tidak memiliki empati karena pernyataannya terlontar saat bencana banjir dan longsor menimpa Aceh, Sumut, dan Sumbar.
- JATAM mendesak Prabowo meminta maaf buntut bencana di Sumatra diduga kuat terjadi salah satunya imbas alih fungsi hutan menjadi lahan kelapa sawit.
TRIBUNNEWS.COM - Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kelapa sawit adalah anugerah dari Tuhan yang membuat Indonesia tidak perlu mengimpor bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan Prabowo itu disampaikannya saat hadir dalam acara Puncak HUT ke-61 Partai Golkar yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/12/2025) kemarin.
Kepala Divisi Kampanye JATAM, Alfarhat Kasman, mengatakan pernyataan Prabowo tersebut hanya bertujuan untuk menyelamatkan bisnisnya sendiri.
Selain itu, Kasman juga menganggap Prabowo tidak memiliki tidak empati karena pernyataannya tersebut disampaikan setelah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), dilanda bencana banjir dan tanah longsor.
Di mana, salah satu penyebab terjadinya bencana tersebut yakni alih fungsi hutan menjadi lahan kelapa sawit.
"Pernyataan Prabowo Subianto terkait Indonesia harus bersyukur karena memiliki sawit adalah narasi yang memperlihatkan dirinya sama sekali tidak memiliki empati kepada korban bencana Sumatra."
"Selain itu, narasi ini memiliki muatan yang bertujuan untuk menyelamatkan bisnisnya sendiri," katanya Kasman kepada Tribunnews.com, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Kelapa Sawit Dianggap Biang Banjir Sumatra, Prabowo Minta Rakyat Bersyukur: Tak Impor BBM
Kasman mengungkapkan jika memang Prabowo merupakan sosok pemimpin yang memiliki empati, maka seharusnya pernyataannya tersebut tidak terlontar darinya di saat bencana di Sumatra diduga kuat akibat pertambangan dan alih fungsi hutan menjadi lahan sawit.
"Jika Prabowo sungguh berdiri untuk rakyat, Prabowo tidak akan mengeluarkan kalimat yang mana objek dari kalimat itu merupakan hal yang memperpanjang derita warga. Harusnya Prabowo mengakui dan meminta maaf kepada rakyat Indonesia," ujarnya.
Di sisi lain, menurut laporan JATAM, Prabowo memiliki bisnis di sektor ekstraktif seperti pertambangan, energi, dan kelapa sawit.
Contohnya, Prabowo merupakan pemilik dari PT Nusantara Energy yang bergerak di sektor pertambangan batu bara dan kelapa sawit.
"Perusahaan ini menjadi perusahaan utama Prabowo yang membawahi 27 perusahaan yang bergerak di dalam maupun luar negeri," kata Kasman.
Selain itu, JATAM juga melaporkan bisnis Prabowo lainnya yang bergerak di sektor perkebunan, perhutanan, dan pengolahan kertas.
Salah satunya yakni PT Tusam Hutani Lestari (THL) yang berdasarkan laporan JATAM telah mengantongi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) hingga tahun 2035.
Adapun perusahaan ini bergerak di bidang pemanfaatan hasil kayu, hasil non kayu, pengembangan industri, dan ekowisata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-saat-Ultah-Prabowo.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.