Selasa, 28 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Kumpulkan Donasi Rp 2,8 Miliar, Kemenag Prioritaskan Pemulihan Layanan Keagamaan Pascabanjir Sumatra

Dirinya mengatakan Kemenag akan bergerak cepat memberikan bantuan pada kebutuhan paling mendesak.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
BENCANA SUMATERA - Menteri Agama Nasaruddin Umar pada acara Doa Guru dan Donasi untuk Negeri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (6/12/2025). Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian penuh pada kebutuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah dan layanan pendidikan pascabanjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.  
Ringkasan Berita:
  • Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian penuh pada kebutuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah pascabanjir dan longsor di Sumatra
  • Kemenag akan bergerak cepat memberikan bantuan pada kebutuhan paling mendesak
  • Donasi ini menghimpun Rp2,8 miliar donasi yang akan disalurkan ke Sumatra

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya akan memberikan perhatian penuh pada kebutuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah dan layanan pendidikan pascabanjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. 

Dirinya mengatakan Kemenag akan bergerak cepat memberikan bantuan pada kebutuhan paling mendesak.

Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Terima Bantuan Asing, Datangkan Tim dari Cina, Dapat Donasi dari Malaysia

"Kita akan turun untuk menangani hal-hal yang sangat darurat, yakni makanan, minuman, tempat tinggal sementara. Serta madrasah, masjid, serta rumah ibadah lain juga bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama," ujar Nasaruddin. 

Hal ini disampaikan Nasaruddin dalam kegiatan "Donasi Peduli Sumatra bersama Wali" yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Donasi ini menghimpun Rp2,8 miliar donasi yang akan disalurkan ke Sumatra. 

Nasaruddin mengatakan pendataan kerusakan telah dilakukan secara menyeluruh mencakup jumlah madrasah, masjid, rumah ibadah berbagai agama.

Lalu keluarga terdampak, mahasiswa asal Sumatra yang berada di Pulau Jawa, anak yatim, hingga korban meninggal.

"Yang penting kita sudah mendata berapa madrasah, berapa rumah ibadah, berapa masjid, berapa yang meninggal, dan berapa anak yatim. Ini akan menjadi dasar prioritas. Mahasiswa yang terdampak penuh juga diprioritaskan," katanya.  

Penanganan bencana, kata Nasaruddin, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi harus melihat dampak jangka panjang terhadap generasi muda.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Tak Hambat Solidaritas Warga soal Polemik Izin Donasi Bencana

"Kita bukan hanya memikirkan sekarang. Pemulihan generasi mereka bisa memerlukan 30 tahun. Karena itu, Menteri Agama harus secara rasional memberi perhatian khusus. Jika tidak, anak-anak di sana bisa kehilangan masa depan,: ucapnya.

Terkait kerusakan fisik bangunan, dirinya menegaskan bahwa sektor rumah ibadah menjadi mandat Kemenag yang harus dipulihkan secara terencana.

"Kementerian Agama berkewajiban menyelesaikan persoalan bangunan fisik yang rusak. Itu tugas kita," pungkasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved