Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Besok Puncak Arus Balik Nataru, Kemenhub Imbau Masyarakat Atur Waktu Perjalanan
Kemenhub memprediksi puncak arus balik Nataru terjadi besok, 2 Januari 2026, seiring lonjakan penumpang angkutan umum.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah memprediksi puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan terjadi besok, Jumat 2 Januari 2026.
Masyarakat yang hendak kembali ke kota asal diimbau untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan lalu lintas dan antrean di simpul-simpul transportasi.
Imbauan tersebut disampaikan Kementerian Perhubungan melalui unggahan resmi di akun Instagram @kemenhub151.
Dalam postingan tersebut, Kemenhub meminta masyarakat untuk menghindari perjalanan pada waktu puncak arus balik yang diperkirakan berlangsung pada 2 Januari 2026.
Seiring mendekati puncak arus balik, Kementerian Perhubungan mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang angkutan umum selama masa Nataru 2025/2026.
Mengutip laman resmi dephub.go.id, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa akumulasi pergerakan penumpang angkutan umum sejak H-7 Natal atau 18 Desember 2025 hingga H+5 Natal pada 30 Desember 2025 mencapai 14.951.649 orang.
Angka tersebut meningkat 6,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 14.029.327 orang.
“Jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan angkutan umum pada masa libur Nataru kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebanyak 6,57 persen,” ujar Menhub Dudy dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (31/12), sebagaimana dikutip dari dephub.go.id.
Adapun rincian jumlah penumpang berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 meliputi penumpang kereta api sebanyak 5.380.544 orang, angkutan udara 3.496.901 orang, angkutan penyeberangan 2.578.163 orang, angkutan darat 2.251.733 orang, serta angkutan laut 1.244.308 orang.
Menurut Menhub Dudy, peningkatan jumlah penumpang ini menjadi indikator bahwa kebijakan stimulus penurunan atau diskon tarif transportasi yang diamanahkan Presiden Prabowo dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Meski secara umum penyelenggaraan angkutan Nataru berjalan sesuai rencana, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
Baca juga: Jaga Kelistrikan saat Nataru, 4.882 Personil Telah Disiagakan
Menghadapi arus balik, Menhub menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan transportasi untuk memetakan titik rawan kepadatan dan meningkatkan kesiapan layanan di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way akan diterapkan secara situasional.
Kepada masyarakat, Kemenhub mengimbau agar memantau informasi lalu lintas dan cuaca melalui kanal resmi serta mematuhi arahan petugas demi perjalanan yang aman dan lancar.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gerbang-Tol-Kahuripan-Utama.jpg)