50 Kata-kata Bahasa Jawa Singkat yang Bijak dan Bermakna
Berikut ini adalah 50 kata-kata bahasa Jawa singkat yang bijak dan bermakna. Tak hanya sebagai petuah, tetapi juga bisa sebagai bahan intropeksi diri.
TRIBUNNEWS.COM - Bahasa Jawa merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai-nilai kebijaksanaan dan tuntunan hidup.
Di dalamnya tersimpan ungkapan-ungkapan singkat yang sarat makna, mengajarkan tentang sikap hidup, etika, serta hubungan manusia dengan sesama dan dengan Tuhan.
Kata-kata bijak dalam bahasa Jawa tidak hanya berfungsi sebagai petuah, tetapi juga bisa sebagai bahan intropeksi supaya menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.
Kumpulan ungkapan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi, pengingat nilai-nilai luhur, sekaligus sarana pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.
Baca juga: 50 Kata-Kata Bijak Bahasa Inggris Beserta Artinya, Cocok Dijadikan Konten di Media Sosial
Sebagai referensi, berikut ini adalah 50 kata-kata bahasa Jawa singkat yang bijak dan bermakna, yang dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:
50 Kata-kata Bahasa Jawa Singkat
- Urip iku urup
(Hidup itu harus memberi manfaat bagi orang lain) - Nrimo ing pandum
(Menerima dengan ikhlas apa yang sudah menjadi bagian kita) - Alon-alon waton kelakon
(Pelan-pelan asal tercapai) - Sabar iku luhur
(Kesabaran adalah kemuliaan) - Eling lan waspada
(Selalu ingat dan berhati-hati dalam hidup) - Sepi ing pamrih, rame ing gawe
(Bekerja tanpa mengharap imbalan) - Ajining diri saka lathi
(Harga diri seseorang terlihat dari ucapannya) - Becik ketitik, ala ketara
(Kebaikan dan keburukan akan terlihat pada waktunya) - Tepa slira
(Tahu menempatkan diri dan menghargai orang lain) - Andhap asor
(Rendah hati dan tidak sombong) - Ojo dumeh
(Jangan sombong karena kekuasaan atau kelebihan) - Nglurug tanpa bala
(Menghadapi masalah dengan kebijaksanaan, bukan kekerasan) - Menang tanpa ngasorake
(Menang tanpa merendahkan orang lain) - Tuna satak bathi sanak
(Rugi sedikit asal mendapat saudara) - Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti
(Kejahatan dan kekerasan akan kalah oleh kelembutan) - Urip mung mampir ngombe
(Hidup di dunia hanya sementara) - Kalah cacak menang cacak
(Kalah atau menang sama-sama harus bermartabat) - Ana dina ana upa
(Setiap hari selalu ada rezeki) - Ngunduh wohing pakarti
(Menuai hasil dari perbuatan sendiri) - Becik ala gumantung tumindak
(Baik buruknya hidup tergantung perbuatan) - Rukun agawe santosa
(Kerukunan membawa kekuatan) - Cilik ora kurang ajar, gede ora kurang ngajar
(Sejak kecil hingga dewasa harus tetap beretika) - Ajining raga saka busana
(Penampilan mencerminkan penghargaan diri) - Tansah eling marang Gusti
(Selalu ingat kepada Tuhan) - Tata tentrem karta raharja
(Kehidupan yang tertib, damai, dan sejahtera) - Sithik edhing
(Sedikit bicara, banyak berpikir) - Ojo kagetan, ojo gumunan
(Jangan mudah terkejut dan mudah kagum) - Laku prihatin
(Hidup sederhana dan penuh pengendalian diri) - Wani ngalah luhur wekasane
(Berani mengalah itu mulia pada akhirnya) - Mikul dhuwur mendhem jero
(Menjunjung tinggi nama baik orang tua dan leluhur) - Ati resik, urip ayem
(Hati bersih membuat hidup tenang) - Aja mung lamis
(Jangan hanya berpura-pura baik) - Ngempet hawa nepsu
(Mengendalikan hawa nafsu) - Sapa nandur bakal ngunduh
(Siapa menanam, dia akan menuai) - Becik ketitik ala ketara
(Kebaikan dan kejahatan pasti akan tampak) - Tulung tinulung
(Saling tolong-menolong) - Ojo seneng nyalahke
(Jangan suka menyalahkan orang lain) - Srawung becik nambah kawruh
(Bergaul dengan baik menambah pengetahuan) - Urip prasaja, ati bungah
(Hidup sederhana, hati bahagia) - Aja dumeh kuwat
(Jangan sombong karena merasa kuat) - Ati-ati marang lathi
(Hati-hati dalam berbicara) - Sabar lan syukur
(Bersabar dan bersyukur) - Nguri-uri kabecikan
(Menjaga dan melestarikan kebaikan) - Urip migunani
(Hidup yang bermanfaat) - Aja ngapusi ati
(Jangan membohongi hati nurani) - Tansah tumindak becik
(Selalu berbuat baik) - Ngadepi urip kanthi ikhlas
(Menjalani hidup dengan ikhlas) - Ati tentrem, pikiran bening
(Hati tenang, pikiran jernih) - Aja meri, aja drengki
(Jangan iri dan dengki) - Urip becik bakal bali becik
(Hidup yang baik akan kembali dengan kebaikan)
(Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pesona-Eksotik-Jawa-Peringati-Hari-Batik-Nasional_20241007_084546.jpg)