Kamis, 28 Mei 2026

Elite PKS Minta Audit Ketat Pemakaian Anggaran Program MBG

MBG harus dijalankan dengan sistem pengawasan yang kuat, terutama terkait penggunaan anggaran negara yang nilainya sangat besar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Choirul Arifin
Tribun Medan/Danil Siregar
AUDIT PROGRAM MBG - Siswa menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterimanya di SMA Katolik Tri Sakti, Medan, Sumatra Utara, Jumat (17/10/2025). Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera (MPP PKS) Mulyanto meminta ada audit ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terutama terkait penggunaan anggarannya yang sangat besar. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 
Ringkasan Berita:
  • Elite PKS minta ada audit ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini jadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. 
  • PKS minta MBG harus dijalankan dengan sistem pengawasan yang kuat, terutama terkait penggunaan anggaran negara yang nilainya sangat besar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera (MPP PKS) Mulyanto meminta ada audit ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini jadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. 

MBG merupakan program nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui. MBG pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025

Menurut Mulyanto, meski memiliki tujuan mulia bagi masa depan generasi bangsa, MBG harus dijalankan dengan sistem pengawasan yang kuat, terutama terkait penggunaan anggaran negara yang nilainya sangat besar.

Dia menilai pengawasan terhadap MBG tidak hanya menyangkut aspek keamanan dan kesehatan makanan, tetapi juga transparansi serta akuntabilitas pengelolaan anggaran. 

Mulyanto mengingatkan, program nasional berskala besar yang dibiayai APBN harus dikelola secara profesional dan bebas dari kepentingan di luar tujuan kebijakan publik.

“MBG adalah kebijakan strategis negara yang menyangkut masa depan anak-anak Indonesia. Program ini harus dikelola secara baik, tidak boleh dibiarkan muncul ruang abu-abu antara kebijakan publik dan kepentingan politik,” kata Mulyanto, dalam keterangannya kepada wartawan Minggu (4/1/2026).

Anggota DPR RI Periode 2019–2024 ini menyoroti, berbagai laporan dan temuan masyarakat sipil dalam beberapa pekan terakhir yang mengindikasikan adanya keterkaitan antara pelaksana MBG dengan tokoh politik, oknum partai, maupun pihak yang memiliki afiliasi politik tertentu.

Baca juga: Sepanjang 2025, Penyaluran MBG Capai 13.703 Madrasah dan 2,31 Juta Siswa

“Fakta ini membuat kita miris, karena itu patut dicermati secara serius, jangan dianggap sepele,” ucapnya. Mulyanto menekankan, perlu asas kehati-hatian sebagai prinsip utama pemerintah dalam menjalankan MBG. 

Setiap program nasional yang bersumber dari APBN, lanjut Mulyanto, wajib steril dari konflik kepentingan, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung.

Keterlibatan legislator, pengurus partai, atau pihak yang memiliki pengaruh politik sebagai pelaksana, pengelola, maupun penerima manfaat langsung program MBG dinilai tidak etis. 

Praktik tersebut berpotensi mencampuradukkan fungsi eksekutif, fungsi pengawasan, dan kepentingan politik.

“Jika situasi ini dibiarkan, MBG berisiko kehilangan legitimasi publik dan dipersepsikan sebagai alat konsolidasi kekuasaan atau distribusi rente, bukan sebagai instrumen keadilan sosial. Ini tentu akan menjadi bahaya yang serius bagi demokrasi dan tata kelola pemerintahan kita,” ucapnya.

Baca juga: Berapa Gaji Sopir MBG? Disebut 10 Kali Lebih Tinggi Dibanding Guru Honorer di Jakarta

Sebab itu, Mulyanto menilai pemerintah wajib membuka secara transparan seluruh rantai pelaksanaan MBG, mulai dari penunjukan mitra, struktur pengelola, hingga mekanisme pengawasan dan audit yang dijalankan.

Dia juga mengingatkan partai politik dan para tokohnya untuk menjaga jarak secara tegas dari proyek strategis negara tersebut demi menjaga integritas kebijakan publik.

“MBG adalah kebijakan sosial strategis, dengan itikad luhur. Jika program strategis ini tercemar oleh konflik kepentingan, maka yang dirugikan bukan hanya keuangan negara, tetapi kepercayaan rakyat terhadap negara dan demokrasi itu sendiri," ujarnya.

"Demi menjaga marwah negara dan demokrasi yang bermartabat, maka pelaksanaan MBG ini mesti dikawal secara ketat, diaudit secara independen, dan dijauhkan sepenuhnya dari praktik politik praktis. Kepentingan anak-anak Indonesia harus dijauhkan dari hiruk-pikuk kepentingan kekuasaan,” pungkasnya.

Celios Kritik Program MBG di Masa Libur Sekolah

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terus dilanjutkan di masa libur sekolah.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah memastikan distribusi MBG kepada para siswa akan tetap berjalan meski sedang libur sekolah.

Libur sekolah akhir tahun yang mencakup Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di masing-masing provinsi bervariasi, tetapi pada umumnya sekolah akan libur mulai 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Media lantas mempertanyakan bagaimana akuntabilitas atau pertanggungjawaban BGN terkait opsi orang tua siswa mengambil jatah MBG anaknya ke sekolah.

Sebab, jika orang tua tidak sempat mengambil, maka sajian MBG akan dialihkan ke pihak lain, demi mencegah mubazir.

"Tidak benar juga orang tua, keluarga, diminta untuk mengambil [MBG] ke sekolah gitu," ujarnya di program Sapa Indonesia Pagi di kanal YouTube KompasTV, Jumat (26/12/2025).

"Dan akhirnya apa? Kalau tidak diambil ke sekolah ya itu makanan hilang percuma dan sebagian sekolah akhirnya memberikan makanan-makanan itu kepada orang lain dan lantas akuntabilitas dari program ini seperti apa?" sambungnya.

Sebagai informasi, BGN telah memberikan opsi MBG bisa diambil orang tua atau keluarga ke sekolah, karena anak-anak sedang libur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan anak-anak tidak dipaksa datang ke sekolah hanya untuk mengambil MBG. Dia beralasan menu MBG selama libur sekolah bisa diambilkan oleh keluarga atau orang tua siswa.

"Jadi anak-anak tidak dipaksa untuk datang ke sekolah. Silakan saja kalau makanan MBG itu diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya," kata Nanik dalam keterangan pers, Selasa (23/12/2025).

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved