Rabu, 21 Januari 2026

Pengamat ISSES: Kenaikan Pangkat 2 Tingkat Rizki Juniansyah Tak Lazim Tapi Tak Langgar Aturan

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikannya Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dua tingkat sekaligus dari Letda menjadi Kapten.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews/Jeprima
KENAIKAN PANGKAT - Atlet angkat besi Rizki Juniansyah berfoto usai menerima bonus SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Rizki Juniansyah berhasil memecahkan rekor dunia di gelaran SEA Games 2025. Selain menerima bonus dari pemerintah dia juga menerima kenaikan pangkat dua tingkat menjadi Kapten. Tribunnews/Jeprima 

Ringkasan Berita:
  • Atlet angkat besi (lifter) yang direkrut menjadi perwira TNI, Rizki Juniansyah menjadi perhatian publik
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikannya Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dua tingkat sekaligus dari Letda menjadi Kapten.
  • Kenaikan pangkat sekaligus dua tingkat yang diberikan kepada Rizki bukan pola yang lazim dalam praktik pembinaan karier TNI sebelum tahun 2025

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atlet angkat besi (lifter) yang direkrut menjadi perwira TNI, Rizki Juniansyah menjadi perhatian publik.

Sorotan muncul setelah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikannya Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dua tingkat sekaligus dari Letda menjadi Kapten.

KPLB tersebut diberikan kepada atlet kelahiran Serang 17 Juni 2003 (22 tahun) itu setelah berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.

KPLB untuk Rizki itu diumumkan sendiri oleh Presiden Prabowo Subianto saat menyerahkan bonus atlet SEA Games di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (8/1/2026) kemarin.

Pengamat: Tak Lazim

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi memandang kenaikan pangkat sekaligus dua tingkat yang diberikan kepada Rizki bukan pola yang lazim dalam praktik pembinaan karier TNI sebelum tahun 2025.

Di masa lalu, kata dia, sistem kepangkatan TNI secara umum dirancang bertahap, berbasis masa dinas, jabatan, serta pendidikan. 

"Bahkan bagi prajurit berprestasi (termasuk atlet nasional), kenaikan pangkat biasanya diberikan satu tingkat, atau dalam bentuk percepatan karier lain seperti prioritas pendidikan dan penugasan tertentu," ungkap Fahmi saat dihubungi Tribunnews.com pada Jumat (9/1/2026).

"Namun, kasus Rizki Juniansyah berada dalam konteks regulasi yang benar-benar baru," imbuhnya.

Menurut Fahmi dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2025 pada Agustus 2025, negara secara sadar memperluas ruang penghargaan bagi prajurit yang dinilai sangat berjasa bagi kepentingan TNI dan/atau negara, termasuk melalui jalur non-tempur. 

PP tersebut merupakan perubahan atas PP Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Karena itu, kata dia, kenaikan pangkat Rizki dapat disebut sebagai preseden baru, bukan pengulangan praktik lama.

"Dalam pengertian ini, Rizki Juniansyah sangat mungkin menjadi prajurit pertama yang menikmati implementasi konkret dari regulasi baru tersebut," ungkap dia.

"Jadi, jika pertanyaannya 'pernah atau tidak sebelumnya', jawabannya: dalam kerangka hukum lama bisa dibilang tidak ada, tetapi dalam kerangka hukum baru, justru ini menjadi contoh awal penerapannya," lanjut dia.

EMAS DAN CETAK REKOR - Lifter andalan Indonesia, Rizki Juniansyah, sukses mempersembahkan medali emas pada ajang SEA Games Thailand 2025 sekaligus mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor dunia pada angkatan clean and jerk (C&J) seberat 205 kilogram dan angkatan total seberat 365 kg.
EMAS DAN CETAK REKOR - Lifter andalan Indonesia, Rizki Juniansyah, sukses mempersembahkan medali emas pada ajang SEA Games Thailand 2025 sekaligus mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor dunia pada angkatan clean and jerk (C&J) seberat 205 kilogram dan angkatan total seberat 365 kg. (HO/IST/dok: Kemenpora)

Biodata dan Karier Singkat Rizki Juniansyah

  • Rizki Juniansyah lahir 17 Juni 2003 (usia 22 tahun)
  • Berasal dari Banten dan saat ini menempuh pendidikan di STKIP Banten, jurusan Ilmu Keolahragaan
  • Olimpiade Paris 2024 meraih emas kelas 73 kg
  • SEA Games 2025 medali emas kelas 79 kg, sekaligus meraih dua rekor dunia.
  • Masuk TNI AL Januari 2026, langsung naik dua tingkat menjadi Kapten TNI AL

Tak Langgar Aturan

Fahmi menambahkan pemberian KPLB dua tingkat kepada Rizki tidak melanggar aturan.

Ia memandang KPLB dua tingkat itu dibolehkan dan memiliki dasar hukum yang kuat. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved