Jumat, 16 Januari 2026

Amerika Versus Venezuela

Soal Serangan Amerika Serikat ke Venezuela, Megawati: Wujud Neokolonialisme dan Imperialisme Modern

Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern.

Tribunnews.com/Dok. PDIP/ Monang Sinaga
HUT DAN RAKERNAS PDIP - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat membuka pidatonya dalam rangka HUT ke-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern. 

Ringkasan Berita:
  • Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern
  • Bangsa Indonesia, tegas Megawati, menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain
  • Indonesia memiliki sikap konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern.

Neokolonialisme adalah bentuk penjajahan baru di mana negara maju atau korporasi besar mengendalikan negara berkembang secara tidak langsung melalui ekonomi, budaya, politik, atau globalisasi, bukan lewat pendudukan militer langsung.

Baca juga: Serangan Amerika Serikat ke Venezuela Siratkan Pesan untuk China

Imperialisme modern adalah bentuk penguasaan suatu negara atas negara lain melalui dominasi ekonomi, budaya, dan politik tanpa pendudukan fisik langsung. Jadi, berbeda dengan kolonialisme klasik, kontrol dilakukan lewat globalisasi, investasi, media, dan lembaga internasional.

“Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa,” kata Megawati di acara HUT ke-53 PDIP dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026)

Bangsa Indonesia, tegas Megawati, menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain. 

“Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa,” tuturnya. 

Megawati juga mengingatkan, sejak Konferensi Asia Afrika yang digagas Presiden pertama RI Soekarno, Indonesia memiliki sikap konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya.

Karena itu, PDI Perjuangan, lanjut Megawati, menyerukan agar setiap konflik internasional diselesaikan melalui dialog, diplomasi, dan mekanisme hukum internasional.

Baca juga: Pakar Bicara Situasi Venezuela usai AS Tangkap Maduro: Masyarakat Terbelah

“Bukan melalui kekerasan yang hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil,” tutupnya.

Awal Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Peristiwa ini memicu kecaman global dan sorotan terhadap lemahnya peran PBB.

Kronologi Serangan

  • 3 Januari 2026: Ledakan besar mengguncang Caracas, ibu kota Venezuela. Warga melihat pesawat militer terbang rendah dan asap pekat membubung.
  • Pengumuman Trump: Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa operasi militer berhasil menangkap Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
  • Pemindahan Maduro: Maduro dilaporkan diterbangkan ke pangkalan militer dekat New York.
  • Reaksi Venezuela: Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat dan menyebut serangan itu sebagai agresi militer serius.

Dampak Internasional

  • Kecaman Global: Banyak negara menilai serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan dan mendesak reformasi PBB.
  • Kelemahan PBB: Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti lemahnya pengawasan PBB sehingga serangan bisa lolos tanpa sanksi.
  • Geopolitik: Serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di Amerika Latin dan potensi awal perang AS–Venezuela.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved