Minggu, 18 Januari 2026

Komika Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Tak Bahas Anies Baswedan di Mens Rea, Singgung Pajak dan Jabatan

Pandji Pragiwaksono menjelaskan alasan hanya mengkritik pejabat yang sedang menjabat dalam Mens Rea, sehingga nama Anies tak disebut

Tribunnews/Herudin
Komika Pandji Pragiwaksono berpose saat wawancara secara khusus dengan Tribun Network di Jakarta, Senin (10/8/2020). Tribunnews/Herudin 

Ringkasan Berita:
  • Pandji tidak membahas Anies Baswedan dan tokoh lain di Mens Rea karena mereka tidak lagi memegang jabatan pemerintahan.
  • Ia memilih fokus mengkritik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka karena keduanya adalah pejabat publik aktif.
  • Menurut Pandji, rakyat berhak mengkritik kebijakan pemerintah karena turut membiayai negara melalui pajak.

TRIBUNNEWS.COM - Komika stand up comedy Pandji Pragiwaksono mengungkap alasan mengapa dirinya tidak membahas mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix sejak Desember 2025.

Pandji menegaskan keputusan tersebut bukan tanpa alasan.

Ia juga memilih untuk tidak menyinggung sejumlah tokoh lain, seperti politikus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok); mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo; mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD; hingga mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

Menurut Pandji, penjelasan tersebut perlu disampaikan untuk menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai alasan dirinya lebih banyak menyoroti kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dibandingkan tokoh lainnya.

Pajak dan Jabatan

Pandji menjelaskan alasan dirinya sama sekali tak menyentil Anies Baswedan dan tokoh lain di Mens Rea adalah karena mereka saat ini tidak menjabat dipemerintahan.

Dulu, saat Anies Baswedan menjabat, Pandji menjelaskan ia kerap tampil melemparkan kritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mulai dari polemik program hunian DP 0 Rupiah era Anies Baswedan, soal Septic Tank, hingga soal Formula E.

Namun, kini menurut keyakinan Pandji isu tersebut sudah tidak segar disampaikan.

Alih-alih menyentil Anies Baswedan dan tokoh lain, Pandji justru memilih fokus untuk mengkritik orang-orang pemerintahan, terutama soal kebijakan Prabowo hingga sosok Gibran sendiri.

Sebab, menurutnya rakyat bebas bersuara memberikan kritik kepada pemerintahan, rakyat boleh memberikan penilaian terhadap cara kerja pemerintahan.

Baca juga: Indro Warkop Buka Suara soal Mens Rea Pandji Dipolisikan: Harus Banyak Belajar Hukum

Apalagi, kata Pandji, rakyat dengan nyata ikut membangun negara dengan membayar pajak.

"Nama yang (sering) dibahas Prabowo, Gibran, Ahmad Saroni, Pak Bahlil, Fadli Zon beberapa lagi. Nah, pertanyaannya apa bedanya dua kelompok nama tadi? Kenapa (Pandji tak membahas mereka)? karena mereka tidak menjabat apa-apa.

"Kenapa gue ngebahas Pak Prabowo, Pak Gibran,  Pak Bahlil, Fadli Zon. Kenapa semua itu dibahas? karena mereka sedang menjabat. Mereka adalah pejabat publik. Mereka bekerja dengan duit pajak. Duit pajak yang dikumpulin dari rakyat," kata Pandji dalam tayangan YouTubenya, Pandji Pragiwaksono, Sabtu (10/1/2026).

Pandji menjelaskan materinya di Mens Rea ini disampaikan untuk mengingatkan kepada publik soal kebijakan pemerintah dan hak rakyat sebagai warga negara, rakyat boleh memberikan kritik demi pemerintahan yang lebih baik.

"Itulah kenapa jokes pertama atau salah satu jokes pertama adalah untuk mengingatkan orang kita punya hak dalam menentukan kita suka atau enggak suka. Hak kita. Belum tentu kita benar, tapi tetap hak kita. Kenapa? Karena kita bayar pajak dari PPH 21. Tapi kalaupun yang enggak bekerja atau mungkin sektor nonformal kerjanya, kita akan tetap ada pajak konsumsi, bayar bensin, pulsa segala macam, beli-beli, itu kan bayar pajak kecuali pajak rumah makan itu masuknya ke Pemda kayaknya."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved