Pertemuan MUI dan Prabowo: Akui Skeptis, Siap Keluar dari Board of Peace Jika Palestina Ditinggal
Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis bahwa MUI telah menyampaikan sikap skeptis atau keraguan atas bergabungnya Indonesia ke Board of Peace.
"Tadi itu kita dengan Presiden sepakat Indonesia menolak segala bentuk penjajahan karena menurut keyakinan umat Islam dan konstitusi kita, undang-undang dasar, itu menolak segala bentuk penjajahan. Yang kedua kita sepakat bahwa kita membela kemerdekaan Palestina," jelas Cholil.
3. MUI Minta Pemerintah Indonesia Tak Serta Merta Tunduk kepada Donald Trump
KH Cholil Nafis juga menyatakan, ada beberapa hal yang diminta pihak MUI kepada Pemerintah Indonesia.
Di antaranya, Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas, sehingga memastikan perdamaian yang diperjuangkan melalui Board of Peace tidak tunduk pada perdamaian versi Donald Trump.
Sebab, MUI menilai, keputusan-keputusan Donald Trump tidak memihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina.
Kemudian, MUI juga meminta agar pasukan perdamaian yang dikirim Indonesia ke Palestina dipastikan agar tidak berbalik memukul Hamas dan perjuangan pro Palestina lainnya yang justru dapat menguntungkan Israel.
"Kita minta pembangunan itu adalah tidak hanya damai menurut versi Trump dan Netanyahu, tetapi merdeka rakyat Palestina. Itu kita minta," ujar Cholil.
"Yang ketiga, kita minta agar pasukan-pasukan kita ini ketika diberangkatkan ke sana jangan sampai menjadi alat pemukul orang yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina seperti Hamas dan lain-lain."
4. Prabowo Siap Mundur dari Board of Peace jika Kemerdekaan Palestina Tidak Diperjuangkan
KH Cholil Nafis mengungkap, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberi tanggapan mengenai ketiga hal yang disampaikan MUI di atas, mulai dari sikap skeptis atas bergabungnya Indonesia ke Board of Peace hingga permintaan agar pemerintah terus berkomitmen dalam membela Palestina dan tidak mudah tunduk pada kemauan Donald Trump.
Menurut Cholil, Prabowo telah menyatakan siap mundur dari Board of Peace jika forum tersebut tidak memperjuangkan kemerdekaan atau tidak membawa kemaslahatan untuk Palestina.
"Permintaan itu dijawab oleh Pak Presiden, bahwa di dalam keanggotaan BoP itu tidak harus mengikuti semuanya. Jadi, kalau ada langkah atau aksi yang tidak cocok, maka Indonesia akan abstain dan absen," ucap Cholil.
"Yang kedua, kalau memang tidak membuat maslahah dalam perkembangan waktu maka Presiden tidak segan-segan akan keluar dari BoP."
Indonesia Gabung Board of Peace
Board of Peace resmi diluncurkan dalam sebuah seremoni di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Forum tersebut diklaim bertujuan untuk mewujudkan perdamaian di Palestina, mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta merekonstruksi Gaza.