Senin, 8 Juni 2026

Ramadan 2026

Ramadan 2026 Berapa Hijriah? Ini Penjelasan dan Perkiraan Jadwal Puasa Pertama

Ramadan 2026 akan jatuh pada bulan Ramadan 1447 Hijriah. Namun, tanggal pastinya belum ditentukan oleh pemerintah hingga saat ini.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 menurut Muhammadiyah, sementara penetapan resmi di Indonesia menunggu sidang isbat Kemenag.
  • Kemenag akan melakukan rukyatul hilal di 96 lokasi dan menggelar sidang isbat dengan berbagai pihak untuk menentukan awal Ramadan secara ilmiah dan transparan.
  • Mengetahui perkiraan awal Ramadan membantu umat Muslim memulai persiapan puasa, ibadah, dan kegiatan sosial agar bulan suci dapat dijalani dengan khusyuk dan penuh berkah.

TRIBUNNEWS.COM - Setiap tahun, Ramadan selalu dinantikan oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia sebagai momen spiritual yang penuh makna. 

Bulan suci ini bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga senja, tetapi juga menjadi waktu untuk introspeksi diri, memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta, dan mempererat ikatan sosial melalui sedekah serta kepedulian terhadap sesama. 

Menjelang Ramadan 2026, banyak orang bertanya-tanya: Ramadan 2026 berapa Hijriah? Kapan jadwal puasa pertama dimulai?

Menjawab pertanyaan ini membutuhkan pemahaman tentang kalender Hijriah, yang berbeda dengan kalender Masehi yang kita gunakan sehari-hari.

Kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan, sehingga setiap bulan baru dimulai dengan terlihatnya hilal (bulan sabit tipis) setelah fase bulan baru. 

Karena sifatnya yang bergantung pada peredaran bulan, tanggal Ramadan bisa berbeda setiap tahun dan bahkan bisa berbeda di setiap negara.

Tahun 2026 Masehi diperkirakan bertepatan dengan tahun 1447–1448 Hijriah. 

Dengan demikian, Ramadan 2026 akan jatuh pada bulan Ramadan 1447 Hijriah. 

Namun, tanggal pastinya belum ditentukan oleh pemerintah hingga saat ini.

Perkiraan Jadwal Puasa Ramadan 2026

Tanggal pastinya penetapan awal Ramadan 2026 tetap menunggu pengumuman resmi karena penetapan awal Ramadan bergantung pada pengamatan hilal (rukyatul hilal).

Baca juga: 3 Persiapan Menyambut Bulan Ramadan 2026 agar Ibadah Lebih Maksimal

Menjelang Ramadan 1447 H, Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemantauan hilal secara serentak di 96 titik di seluruh Indonesia pada 17 Februari 2026. 

Pengamatan ini nantinya akan dijadikan acuan dalam sidang isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta, untuk menentukan secara resmi awal Ramadan. 

Sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan diplomatik, anggota DPR, pejabat Mahkamah Agung, tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI), ahli meteorologi dan falak, pimpinan ormas Islam, pondok pesantren, serta tim hisab rukyat Kemenag.

Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, sidang isbat merupakan forum penting yang menggabungkan perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal, dengan tujuan memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan berbagai unsur terkait.

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadan 1447 H diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB, dikutip dari kemenag.go.id.

Pada saat matahari terbenam, hilal diperkirakan berada di bawah ufuk dengan tinggi antara -2° 24′ 42″ hingga -0° 58′ 47″ dan sudut elongasi 0° 56′ 23″ hingga 1° 53′ 36″. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa secara teoritis hilal belum bisa terlihat, sesuai kriteria visibilitas internasional yang digunakan, seperti MABIMS.

Untuk memastikan data pengamatan lebih akurat, Kemenag menyelenggarakan rukyatul hilal di seluruh 96 lokasi tersebut, bekerja sama dengan kantor wilayah dan kantor Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya. 

Hasil rukyat dari berbagai lokasi ini menjadi bahan utama dalam pengambilan keputusan sidang isbat.

Abu Rokhmad menambahkan bahwa keputusan resmi mengenai 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan langsung setelah sidang melalui konferensi pers.

Sementara itu, menurut Muhammadiyah, berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syakban 1447 H, bertepatan dengan 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC. 

Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak, tidak ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global 1, yaitu tinggi bulan minimal 5° dan elongasi minimal 8°, sehingga hilal belum dapat terlihat. 

Beberapa wilayah di dunia baru memenuhi Parameter Kalender Global 2 setelah pukul 24:00 UTC, termasuk beberapa titik di daratan Amerika. 

Berdasarkan perhitungan hisab global ini, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Ramadan 2026

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved