Jumat, 5 Juni 2026

Ramadan 2026

Wanita yang Sedang Haid Tetap Boleh Iktikaf, Ini Syaratnya

Perempuan yang sedang haid diperbolehkan iktikaf untuk berzikir. Namun, tidak diperkenankan salat dan puasa.

Tayang:
Penulis: Rifqah
Editor: Sri Juliati
Ringkasan Berita:
  • Wakil Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simo, Boyolali bidang Majelis Tarjih & Tajdid, mengatakan perempuan yang sedang haid diperbolehkan iktikaf untuk berzikir. Namun, tidak diperkenankan salat dan puasa
  • Wanita haid diperbolehkan iktikaf di masjid karena dalil larangannya tidak shahih,
  • Di sisi lain, Sayyaf menegaskan wanita haid yang iktikaf sebaiknya tidak duduk di ruang utama salat, melainkan di area serambi atau bagian masjid yang tidak difungsikan untuk salat, guna menjaga kesucian masjid

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan adalah iktikaf.

Iktikaf merupakan aktivitas berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah SWT.

Ibadah ini memungkinkan seorang muslim untuk menyendiri, merenung, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meninggalkan dunia yang sibuk.

Iktikaf termaktub dalam QS. Al Baqarah ayat 187, Iktikaf sangat dianjurkan dilaksanakan setiap waktu di bulan Ramadan, terutama pada 10 malam terakhir.

وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ

Artinya: "Sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid".

Tradisi Iktikaf sering kali dilakukan di masjid, dengan memperbanyak amalan-amalan sunah seperti salat hingga membaca Al Quran.

Bahkan, orang yang tidak berpuasa pun boleh melakukan iktikaf.

Lantas, bagaimana dengan wanita yang sedang haid, apakah masih boleh melakukan iktikaf?

Wakil Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simo, Boyolali bidang Majelis Tarjih & Tajdid, Sayyaf mengatakan, perempuan yang sedang haid diperbolehkan berdiam diri di masjid (iktikaf) untuk berzikir. Namun, tidak diperkenankan salat dan puasa.

"Wanita haid diperbolehkan iktikaf di masjid karena dalil larangannya tidak shahih," ungkap Sayyaf kepada Tribunnews, Rabu (11/2/2026).

Di sisi lain, Sayyaf juga menegaskan bahwa wanita haid yang iktikaf sebaiknya tidak duduk di ruang utama salat, melainkan di area serambi atau bagian masjid yang tidak difungsikan untuk salat, guna menjaga kesucian masjid.

Baca juga: Amalan Sunah yang Dilakukan pada Malam Lailatul Qadar, Perbanyak Ibadah hingga Iktikaf di Masjid

Sayyaf pun mengingatkan tentang etika iktikaf di masjid bagi wanita, yakni menutupi aurat seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.

"Tidak menggunakan wangi-wangian yang menyengat, menjaga keamanan, dan tidak mengganggu jamaah lain," jelasnya.

Adapun, menurut Muhammadiyah, perempuan diperbolehkan iktikaf di masjid, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan, dengan syarat mendapat izin suami/wali, tidak menimbulkan fitnah, dan tidak mengotori masjid. 

Untuk sahnya i’tikaf diperlukan beberapa syarat, sebagai berikut; 

  • Orang yang melaksanakan iktikaf beragama Islam;
  • Orang yang melaksanakan iktikaf sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan; 
  • Iktikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami’ maupun masjid biasa; 
  • Orang yang akan melaksanakan iktikaf hendaklah memiliki niat iktikaf
  • Orang yang beriktikaf tidak disyaratkan puasa, artinya orang yang tidak berpuasa boleh melakukan iktikaf

Keutamaan Itikaf di Bulan Ramadan

Manfaat iktikaf saat bulan Ramadan, terutama pada 10 malam terakhir, sangat banyak karena merupakan salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebab ibadah sunah ini diperkaya dengan zikir dan salat sunah, dengan tujuan untuk memuliakan-Nya, sehingga menjadi sarana yang efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, berikut di antaranya keutamaan iktikaf selama Ramadan.

  • Mencari malam Lailatul Qadar

Iktikaf dianjurkan pada 10 malam terakhir Ramadan karena untuk mencari Lailatul Qadar, di mana amal yang dilaksanakan pada malam itu memiliki nilai lebih dibandingkan amal-amal yang dilakukan di malam-malam lainnya.

  • Pahala dua haji dan dua umroh

Keutamaan Iktikaf juga mendapatkan pahala setara dua haji dan dua umroh.

Nabi Saw, bersabda:

"Barangsiapa yang beritikaf sepuluh hari di bulan Ramadan, maka baginya pahala dua haji dan dua umroh" (HR. Al-Baihaqi, Syuabil iman : 3 : 425).

  • Terjaga dari perbuatan maksiat

Orang yang beriktikaf akan terjaga dari perbuatan maksiat karena sibuk beribadah, sehingga tidak sempat melakukan perbuatan maksiat.

  • Dijauhkan dari neraka jahanam

Salah satu keutamaan iktikaf di 10 hari terakhir Ramadan adalah dijanjikan untuk dijauhkan dari neraka jahanam. 

Dengan fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, iktikaf membantu umat Muslim untuk mengumpulkan pahala dan menjaga diri dari siksa neraka.

  • Mendapatkan banyak pahala 

Dengan beriktikaf di masjid, akan mendapatkan banyak pahala, salah satunya pahala menunggu datangnya waktu salat karena itu berarti kita senang dalam beribadah.

  • Introspeksi diri

Iktikaf juga membantu seseorang untuk introspeksi diri atau evaluasi diri atas perbuatan-perbuatan yang selama ini sudah dilakukan.

Tanpa evaluasi diri dan introspeksi, manusia akan terjebak dan tersesat karena terbawa hanya oleh diri atau hawa nafsu pribadinya.

  • Membiasakan hidup sederhana

Dengan iktikaf, kita terkondisikan untuk banyak beramal saleh, berinfak dan sedekah. Sedekah atau infak juga menjadi kewajiban kita yang memiliki kelebihan harta agar tidak berfoya-foya dan tetap sederhana. 

(Tribunnews.com/Rifqah)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved