Kawendra: Gerakan Ekonomi Kreatif Harus Inisiatif, Jangan Tunggu Kebijakan
Kawendra mengatakan, kekuatan ekonomi kreatif terletak pada kemampuan jejaring untuk saling mendukung dan membuka akses pasar.
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian menegaskan ekonomi kreatif tidak boleh bergantung pada kebijakan pemerintah, melainkan harus menginisiasi langkah nyata melalui kolaborasi, kurasi produk, dan pembukaan akses pasar agar pelaku UMKM bisa naik kelas.
- Gekrafs mengusung strategi 4L: peningkatan literasi ekonomi kreatif, lahirnya pengusaha baru, perluasan lapangan kerja, serta pelestarian budaya dan produk kreatif sebagai fondasi penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian menegaskan, gerakan ekonomi kreatif harus bergerak proaktif dan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.
Hal itu ia sampaikan dalam pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs Surakarta yang digelar Selasa (10/2/2026).
Dalam sambutannya, Kawendra menekankan pentingnya inisiatif dan kolaborasi nyata untuk mendorong pelaku usaha naik kelas.
Dia menilai, kekuatan ekonomi kreatif terletak pada kemampuan jejaring untuk saling mendukung dan membuka akses pasar.
“Kolaborasinya harus nyata. Ketika ada produk yang bagus, dikurasi bersama, dan market-nya terbuka lebar, maka pelaku UMKM akan naik kelas,” kata Kawendra.
Kawendra mengingatkan agar gerakan ekonomi kreatif tidak hanya menunggu kebijakan pemerintah.
“Kita jangan nunggu kebijakan yang ada. Kita sebagai gerakan ekonomi kreatif harus menginisiasi itu lebih depan,” ucapnya.
Pelantikan DPC Gekrafs Surakarta dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bengawan.
Kawendra memperkenalkan konsep 4L sebagai arah gerakan Gekrafs, yakni Literasi ekonomi kreatif yang optimal dan membumi, Lahirnya pengusaha baru di sektor ekraf, Luasnya lapangan kerja di sektor ekraf, dan Lestarinya kebudayaan, kesenian, serta produk kreatif.
Dia juga menyampaikan salam dan pesan dari Ketua Dewan Pembina Gekrafs Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Pengarah Gekrafs Sandiaga Uno, serta Ketua Dewan Pakar Gekrafs Yovie Widianto. Mereka menitipkan harapan agar DPC Gekrafs Surakarta mampu menghadirkan kebanggaan dan ciri khas yang merepresentasikan karakter Solo sebagai kota budaya.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Ketua DPW Jawa Tengah Berty Diah Rahman, Ketua DPC Gekrafs Surakarta Chairul Surya, Anggota DPRD Kota Surakarta Sekar Tanjung, IKASTARA Kompol Syarif, Ketua OKK DPP Gekrafs Arifin Ihsan Rismansyah, serta Wabendum DPP Gekrafs Aldila Ramadhan.
Sebagai langkah konkret, DPC Gekrafs Surakarta meluncurkan Kick Off Project Solo Tourism Directory.
Program ini bertujuan mendata, mengkurasi, serta mempromosikan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Solo, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara UMKM, industri kreatif, dan pemangku kepentingan.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi dalam kesempatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif di daerahnya.
Baca juga: Presiden Setuju Penyusunan Perpres Penilaian Kepatuhan Pelaku Usaha Terhadap Bisnis dan HAM
“Nanti kita komunikasikan bank-bank BUMN dan swasta untuk bisa membantu pelaku ekraf di Surakarta,” ujar Respati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kick-off-project-solo-1.jpg)