Selasa, 19 Mei 2026

Pilpres 2029

Golkar Pastikan Bahlil Tak Maju Cawapres pada Pilpres 2029, Ini Alasannya

Golkar pastikan Bahlil tak maju Pilpres 2029. Ia pilih nyaleg dari Papua, sementara partai fokus sukseskan pemerintahan Prabowo.

Tayang:
HO/IST/Istimewa/HO
PILPRES 2029 - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat membuka bimbingan teknis (bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten Tahap II Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Terkini, Sekjen Golkar Sarmuji menegaskan Ketua Umum Bahlil Lahadalia tidak akan maju sebagai cawapres pada Pemilu 2029, melainkan memilih nyaleg dari Papua. 

Ringkasan Berita:
  • Golkar tegaskan Bahlil tak maju Pilpres, pilih jalur DPR.
  • Sekjen ungkap alasan, akar politik Bahlil di Papua.
  • Partai fokus sukseskan Prabowo, sikap 2029 masih menunggu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia tidak akan maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2029.

Ia memastikan Bahlil memilih jalur politik sebagai calon legislatif (caleg) dari Papua.

Sarmuji menyampaikan hal itu saat ditemui awak media di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/2/2026).

“Kalau untuk apakah ada dari Golkar yang mau didorong? Ya, Ketua Umum kami mau nyaleg, sudah mendeclare-kan bahwa beliau akan menjadi caleg untuk 2029,” kata Sarmuji.

Menurutnya, Bahlil yang kini menjabat Menteri ESDM RI akan maju dari daerah pemilihan (Dapil) Papua. Hal ini didasarkan pada latar belakang Bahlil sebagai politikus yang dibesarkan di Papua.

“Dapil Papua. Karena kan Pak Bahlil kan dibesarkan di Papua ya. Kalau kelahirannya di Banda, tapi dibesarkan, besar di Papua beliau,” ucap Sarmuji.

Fokus Golkar pada Pemerintahan Prabowo

Saat ditanya soal sikap partai menghadapi Pilpres 2029, Sarmuji menegaskan Golkar masih fokus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terlebih dahulu.

“Tapi ya Pak Prabowo kuncinya, Pak Prabowo sebagai Presiden harus sukses. Dan itu bagian tanggung jawab Golkar untuk mewujudkan kesuksesan Pak Prabowo dalam menjalankan visi dan misinya,” kata dia.

Ia menambahkan, keberhasilan Prabowo dalam menjalankan program akan menjadi tolok ukur Golkar dalam menentukan sikap politik ke depan.

“Pokoknya kami ini dalam posisi mendukung Pak Prabowo sukses menjadi Presiden, dicintai rakyat Indonesia. Urusan nanti lanjut dua-duanya atau seperti apa, nanti masih banyak waktu,” tukas Sarmuji.

Baca juga: Hasto PDIP Respons Approval Rating Prabowo 80 Persen: Tugas Pemimpin Itu Mengatasi Kemiskinan

Bursa Cawapres Pendamping Prabowo

Meski Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi, sejumlah elite partai politik mulai menggaungkan nama ketua umum mereka sebagai calon wakil presiden pendamping petahana Prabowo Subianto. Partai Amanat Nasional (PAN) sudah menyodorkan Zulkifli Hasan, PKB mendorong Abdul Muhaimin Iskandar, dan Partai Demokrat menyinggung peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan kembali dukungan kepada Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres pendamping Prabowo pada Pilpres 2029.

Sementara itu, Partai Gerindra sebagai parpol utama Prabowo melalui Ketua Dewan Kehormatan Ahmad Muzani menegaskan bahwa wacana pencalonan Prabowo Subianto untuk dua periode bukan sekadar isu. Muzani menyebut pencalonan kembali Prabowo merupakan keputusan resmi Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra di Hambalang, Jawa Barat.

Ia menambahkan, semua tokoh yang memenuhi syarat berpeluang mendampingi Prabowo, sementara Gibran memilih fokus pada tugas pemerintahan saat ini.

Keputusan Golkar untuk tidak mendorong Bahlil maju Pilpres 2029 menegaskan arah politik partai yang kini lebih fokus pada konsolidasi internal dan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo. Langkah ini sekaligus membuka babak baru bagi Bahlil untuk memperkuat kiprahnya melalui jalur legislatif dari Papua.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved