Senin, 27 April 2026

Dewan Perdamaian

Sugiono Bertemu Antonio Guterres, Tegaskan Komitmen Indonesia di Sidang Dewan Keamanan PBB

Indonesia akan hadir dalam Sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

|
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tangkap layar YouTube/MoFA Indonesia
PBB - Potret Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Sugiono. Ia memastikan Indonesia akan hadir dalam Sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk isu Palestina 
Ringkasan Berita:
  • Indonesia akan hadir dalam Sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas upaya perdamaian di Timur Tengah
  • Sugiono bahas situasi terkini di Palestina saat bertemu Sekjen PBB
  • Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu Piagam PBB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia akan hadir dalam Sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk isu Palestina pada Rabu 18 Februari 2026.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat bertemu secara bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di Markas Besar PBB, New York, pada Senin (16/2/2026) waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas situasi terkini di Palestina serta upaya mendorong perdamaian yang tidak hanya adil, tetapi juga berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Sugiono menyampaikan rencana kehadiran Indonesia dalam Sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu (18/2/2026) waktu setempat untuk membahas upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

Selain itu, ia juga menyampaikan konfirmasi partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) sehari setelahnya bersama sejumlah pemimpin dunia.

Baca juga: Pakar Harap Prabowo Tanya Mandat dari BoP soal Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza

Sugiono menekankan bahwa partisipasi Indonesia merupakan wujud komitmen untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sekaligus memastikan pelaksanaan Board of Peace bersinergi dengan upaya yang tengah dilakukan PBB.

“Posisi kami jelas, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” ujar Sugiono dalam pernyataan tertulisnya yang diterima, Selasa (17/2/2026).

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk menggunakan berbagai platform dan mekanisme multilateral yang tersedia guna mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi perjuangan rakyat Palestina.

Baca juga: Prabowo Hadiri KTT BoP, Pakar: Saat Bersalaman dengan Netanyahu Jangan Tampak Bersahabat

Indonesia, menurutnya, yakin bahwa sistem multilateral adalah pilar utama dalam menjaga perdamaian dan menegakkan hukum internasional.

Sementara itu, Guterres mengapresiasi kehadiran Sugiono di New York dan komitmen Indonesia yang secara konsisten mendukung perdamaian di Palestina.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi di Tepi Barat yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi PBB terkait.

Karenanya, ia menilai penting bagi negara-negara Muslim, termasuk Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, untuk memainkan peran konstruktif dalam Board of Peace.

Selain membahas isu Palestina, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi keamanan dan pembangunan global, termasuk berbagai isu strategis di kawasan.

Dalam konteks ini, Guterres memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam penguatan sistem multilateral.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved