Selasa, 9 Juni 2026

Koperasi Desa Merah Putih

Profil Bos Indomaret Anthoni Salim, Bisnisnya Bakal Terdampak Imbas Pendirian Kopdes Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih bakal dijadilan ritel modern di setiap desa, sosok pengusaha ritel Indomaret disebut bisnisnya bakal terancam

Tayang:
jhonnythiodoran.id
SALIM GROUP - Anthoni Salim (Liem Hong Sien) adalah konglomerat Indonesia, pemimpin Salim Group, ritel, perbankan, telekomunikasi dan energi, termasuk jaringan Indomaret 

Di masa-masa Indonesia yang menghadapi krisis moneter tahun 1998 itu, Anthoni Salim menghadapi tantangan yang berat karena Salim Group hampir bangkrut dengan hutang 55 triliun Rupiah.

Namun, dengan kecerdasannya, ia justru berhasil membawa Salim Group mencapai kesuksesan yang luar biasa.

Pada usia 25 tahun, Anthoni Salim menikahi Siti Margareth Jusuf dan dikaruniai tiga anak, yaitu Axton Salim, Astrid Salim, dan Alston Salim.  

Gurita Bisnis

Gurita bisnisnya mencangkup berbagai sektor, berikut daftarnya:

  • Makanan dan Konsumer: PT Indofood Sukses Makmur atau Indofood merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman termasuk mie instan Indomie  susu Indomilk, makanan ringan
  • Makanan dan Konsumer: Bogasari Flour Mills adalah divisi dalam PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan merupakan perusahaan penggilingan tepung terigu terintegrasi dan terbesar di Indonesia
  • Makanan dan Konsumer: Nippon Indosari Corpindo dengan produk Sari Roti
  • Makanan dan Konsumer: ia juga mendirikan Fast Food Indonesia (KFC) di Indoensia
  • Ritel: PT Indomarco Prismatama atau Indomaret, adalah jaringan toko kelontong eceran Indonesia dengan lebih dari 21.900 gerai di seluruh Indonesia. Ide pendirian Indomaret pada 1988 berawal dari pemikiran Anthoni untuk mempermudah penyediaan kebutuhan pokok bagi karyawan
  • Perkebunan: mengelola perkebunan kelapa sawit dan produk minyak goreng, termasuk merek Bimoli.
  • Otomotif: Melalui PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) dan Indomobil Group, mengelola distribusi dan perakitan berbagai merek otomotif.
  • Infrastruktur dan Jalan Tol: Melalui PT Metro Pacific Tollways Indonesia (METI) dan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).
  • Energi dan Pertambangan: Memiliki saham signifikan di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
  • Data Center dan Teknologi: Menguasai PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang bergerak di bidang infrastruktur pusat data.
  • Perbankan dan Keuangan: Memiliki saham di PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dan PT Indolife Pensiontama.
    Media: Memiliki saham di PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Kekayaan 

Anthoni Salim yang membawai Salim Group pada 2023-2024 masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes (posisi ke-5) dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai US$10,3 miliar (Rp167 triliun) atau lebih, berkat gurita bisnis dari makanan, ritel, hingga energi.

Axton Salim, putra pertamanya, kini terlibat aktif dalam bisnis keluarga dan diproyeksikan sebagai penerus. 

Anthoni Salim berhasil bertahan dari krisis moneter 1998 dengan menjual beberapa aset (seperti BCA) namun tetap mempertahankan inti bisnis Salim Group

Memiliki saham di perusahaan investasi yang terdaftar di Hong Kong, First Pacific, yang memiliki kepentingan di Indofood dan perusahaan telekomunikasi PLDT dari Filipina.

Dalam bidang pertambangan, ia membeli saham senilai $1,6 miliar di Bumi Resources pada tahun 2022.

Ia juga memiliki saham di Medco Energi dan Amman Mineral.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved